Fungsi Bawaan

Interpreter Python memiliki sejumlah fungsi dan tipe bawaan di dalamnya yang selalu tersedia. Mereka terdaftar di sini dalam urutan abjad.

Fungsi Bawaan

abs()

delattr()

hash()

memoryview()

set()

all()

dict()

help()

min()

setattr()

any()

dir()

hex()

next()

slice()

ascii()

divmod()

id()

object()

sorted()

bin()

enumerate()

input()

oct()

staticmethod()

bool()

eval()

int()

open()

str()

breakpoint()

exec()

isinstance()

ord()

sum()

bytearray()

filter()

issubclass()

pow()

super()

bytes()

float()

iter()

print()

tuple()

callable()

format()

len()

property()

type()

chr()

frozenset()

list()

range()

vars()

classmethod()

getattr()

locals()

repr()

zip()

compile()

globals()

map()

reversed()

__import__()

complex()

hasattr()

max()

round()

abs(x)

Return the absolute value of a number. The argument may be an integer or a floating point number. If the argument is a complex number, its magnitude is returned. If x defines __abs__(), abs(x) returns x.__abs__().

all(iterable)

Kembalikan True jika semua elemen dari iterable bernilai benar (atau jika iterable kosong). Setara dengan:

def all(iterable):
    for element in iterable:
        if not element:
            return False
    return True
any(iterable)

Kembalikan True jika ada elemen dari iterable bernilai benar. Jika iterable kosong, kembalikan False. Setara dengan:

def any(iterable):
    for element in iterable:
        if element:
            return True
    return False
ascii(object)

Sebagai repr(), kembalikan string yang berisi representasi objek yang dapat dicetak, tetapi memisahkan karakter non-ASCII dalam string yang dikembalikan oleh repr() menggunakan pemisah \x, \u atau \U. Ini menghasilkan string yang mirip dengan yang dikembalikan oleh repr() di Python 2.

bin(x)

Ubah angka bulat atau integer menjadi string biner yang diawali dengan "0b". Hasilnya adalah ekspresi Python yang valid. Jika x bukan objek Python :class: int, ia harus mendefinisikan metode __index__() yang mengembalikan integer. Beberapa contoh:

>>> bin(3)
'0b11'
>>> bin(-10)
'-0b1010'

Jika awalan "0b" diinginkan atau tidak, Anda dapat menggunakan salah satu dari cara berikut.

>>> format(14, '#b'), format(14, 'b')
('0b1110', '1110')
>>> f'{14:#b}', f'{14:b}'
('0b1110', '1110')

Lihat juga format() untuk informasi lebih lanjut.

class bool([x])

Kembalikan nilai Boolean, mis. salah satu dari True atau False. x dikonversi menggunakan standar truth testing procedure. Jika x salah atau dihilangkan, ini mengembalikan False; sebaliknya mengembalikan True. Kelas bool adalah subkelas dari int (lihat Numeric Types --- int, float, complex). Tidak dapat di-subkelas-kan lebih lanjut. Satu-satunya instance adalah False dan True (lihat Nilai Boolean).

Berubah pada versi 3.7: x sekarang menjadi parameter sesuai-posisi.

breakpoint(*args, **kws)

Fungsi ini mengarahkan Anda ke debugger di situs pemanggil. Secara khusus, ia memanggil sys.breakpointhook(), melewati args dan kws langsung. Secara default, sys.breakpointhook() memanggil pdb.set_trace() tanpa mengharapkan argumen. Dalam hal ini, ini murni fungsi kenyamanan sehingga Anda tidak perlu mengimpor secara eksplisit pdb atau mengetikkan sebanyak mungkin kode untuk masuk ke debugger. Namun, sys.breakpointhook() dapat diatur ke beberapa fungsi lain dan breakpoint() secara otomatis akan memanggil itu, memungkinkan Anda untuk masuk ke debugger pilihan.

Memunculkan auditing event builtins.breakpoint dengan argumen breakpointhook.

Baru pada versi 3.7.

class bytearray([source[, encoding[, errors]]])

Kembalikan array byte baru. Kelas bytearray adalah urutan bilangan bulat yang dapat berubah dalam kisaran 0 <= x <256. Ia memiliki sebagian besar metode urutan-urutan yang dapat berubah, yang dijelaskan dalam Mutable Sequence Types, dan juga sebagian besar metode yang dimiliki oleh bytes, lihat Bytes and Bytearray Operations.

Parameter opsional source dapat digunakan untuk menginisialisasi array dengan beberapa cara berbeda:

  • Jika ini adalah string, Anda juga harus memberikan parameter encoding (dan opsional, errors); bytearray() kemudian mengonversi string menjadi byte menggunakan str.encode().

  • Jika ini adalah integer, array akan memiliki ukuran itu dan akan diinisialisasi dengan null bytes.

  • Jika itu adalah objek yang sesuai dengan buffer interface, buffer yang hanya baca dari objek tersebut akan digunakan untuk menginisialisasi array byte.

  • Jika ini adalah iterable, itu harus iterable dari bilangan bulat dalam kisaran 0 <= x < 256, yang digunakan sebagai konten awal array.

Tanpa argumen, dibuat array berukuran 0.

Lihat juga: ref:binaryseq dan :ref:` typebytearray`.

class bytes([source[, encoding[, errors]]])

Kembalikan objek "bytes" baru, yang merupakan urutan bilangan bulat yang tidak dapat diubah immutable dalam kisaran 0 <= x < 256. bytes adalah versi yang tidak dapat diubah dari bytearray -- ia memiliki metode non-mutasi non-mutating yang sama dan perilaku pengindeksan dan pengirisan yang sama.

Dengan demikian, argumen konstruktor ditafsirkan untuk bytearray().

Objek byte juga dapat dibuat dengan literal, lihat String and Bytes literals.

Lihat juga Binary Sequence Types --- bytes, bytearray, memoryview, Bytes Objects, dan Bytes and Bytearray Operations.

callable(object)

Kembalikan True jika argumen object tampak dapat dipanggil, False jika tidak. Jika ini mengembalikan nilai True, masih mungkin bahwa pemanggilan gagal, tetapi jika itu False, memanggil object tidak akan pernah berhasil. Perhatikan bahwa kelas dapat dipanggil (memanggil kelas mengembalikan instansi baru); instansi dapat dipanggil jika kelasnya memiliki metode __call__().

Baru pada versi 3.2: Fungsi ini pertama kali dihapus di Python 3.0 dan kemudian dibawa kembali di Python 3.2.

chr(i)

Kembalikan string yang mewakili karakter dimana titik kode Unicode sebagai integer i. Misalnya, chr(97) mengembalikan string 'a', sementara chr(8364) mengembalikan string '€'. Ini adalah kebalikan dari ord().

Rentang yang valid untuk argumen adalah dari 0 hingga 1.114.111 (0x10FFFF dalam basis 16). ValueError akan ditimbulkan jika i berada di luar rentang itu.

@classmethod

Ubah metode menjadi metode kelas.

Metode kelas atau class method menerima kelas sebagai argumen implisit pertama, seperti halnya metode instance menerima instance. Untuk mendeklarasikan metode kelas, gunakan idiom ini:

class C:
    @classmethod
    def f(cls, arg1, arg2, ...): ...

Bentuk @classmethod adalah fungsi decorator -- lihat Definisi fungsi untuk detail.

Metode kelas dapat dipanggil baik pada kelas (seperti C.f()) atau pada instance (seperti C().f()). Instance diabaikan kecuali untuk kelasnya. Jika metode kelas dipanggil untuk kelas turunan, objek kelas turunan dilewatkan sebagai argumen pertama yang tersirat.

Class methods are different than C++ or Java static methods. If you want those, see staticmethod().

For more information on class methods, see The standard type hierarchy.

compile(source, filename, mode, flags=0, dont_inherit=False, optimize=-1)

Kompilasi source menjadi kode atau objek AST. Objek kode dapat dieksekusi oleh exec() atau eval(). source dapat berupa string normal, string byte, atau objek AST. Rujuk ke dokumentasi modul ast untuk informasi tentang cara bekerja dengan objek AST.

Argumen filename harus memberikan berkas dari mana kode dibaca; berikan nilai yang dapat dikenali jika tidak dibaca dari berkas ('<string>' biasa digunakan).

Argumen mode menentukan jenis kode apa yang harus dikompilasi; itu bisa 'exec' jika source terdiri dari urutan pernyataan, 'eval' jika terdiri dari satu ekspresi, atau 'single' jika terdiri dari satu pernyataan interaktif (dalam kasus terakhir, pernyataan ekspresi yang mengevaluasi sesuatu selain None akan dicetak).

The optional arguments flags and dont_inherit control which future statements affect the compilation of source. If neither is present (or both are zero) the code is compiled with those future statements that are in effect in the code that is calling compile(). If the flags argument is given and dont_inherit is not (or is zero) then the future statements specified by the flags argument are used in addition to those that would be used anyway. If dont_inherit is a non-zero integer then the flags argument is it -- the future statements in effect around the call to compile are ignored.

Future statements are specified by bits which can be bitwise ORed together to specify multiple statements. The bitfield required to specify a given feature can be found as the compiler_flag attribute on the _Feature instance in the __future__ module.

The optional argument flags also controls whether the compiled source is allowed to contain top-level await, async for and async with. When the bit ast.PyCF_ALLOW_TOP_LEVEL_AWAIT is set, the return code object has CO_COROUTINE set in co_code, and can be interactively executed via await eval(code_object).

Argumen optimize menentukan tingkat optimisasi compiler; nilai default -1 memilih tingkat optimisasi interpreter seperti yang diberikan oleh opsi -O. Level eksplisitnya adalah 0 (tidak ada optimisasi; __debug__ bernilai benar), 1 (asserts dihapus, __debug__ bernilai salah) atau 2 (docstrings juga dihapus ).

Fungsi ini memunculkan SyntaxError jika sumber yang dikompilasi tidak valid, dan ValueError jika sumbernya berisi byte null.

Jika Anda ingin mengurai kode Python ke dalam representasi AST-nya, lihat ast.parse().

Memunculkan auditing event compile dengan argumen source, filename.

Catatan

Ketika mengkompilasi string dengan kode multi-baris dalam mode 'single' atau 'eval', masukan harus diakhiri oleh setidaknya satu karakter baris baru. Ini untuk memudahkan deteksi pernyataan tidak lengkap dan lengkap dalam modul code.

Peringatan

Dimungkinkan untuk membuat crash interpreter Python dengan string yang cukup besar/kompleks ketika dikompilasi ke objek AST karena batasan kedalaman tumpukan dalam kompiler AST Python.

Berubah pada versi 3.2: Diizinkan menggunakan baris baru Windows dan Mac. Juga masukan dalam mode 'exec' tidak harus berakhir di baris baru lagi. Menambahkan parameter optimize.

Berubah pada versi 3.5: Sebelumnya, TypeError dimunculkan ketika byte null ditemui di source.

Baru pada versi 3.8: ast.PyCF_ALLOW_TOP_LEVEL_AWAIT sekarang dapat diberikan tanda untuk mengaktifkan dukungan untuk await, async for, dan async with tingkat atas.

class complex([real[, imag]])

Kembalikan bilangan kompleks dengan nilai real + imag*1j atau ubah string atau angka menjadi bilangan kompleks. Jika parameter pertama adalah string, itu akan ditafsirkan sebagai bilangan kompleks dan fungsinya harus dipanggil tanpa parameter kedua. Parameter kedua tidak pernah menjadi string. Setiap argumen dapat berupa tipe numerik apa pun (termasuk kompleks). Jika imag dihilangkan, defaultnya adalah nol dan pembangun constructor berfungsi sebagai konversi numerik seperti int dan float. Jika kedua argumen dihilangkan, kembalikan 0j.

Untuk objek Python umum x, complex(x) didelegasikan ke x.__complex__(). Jika __complex__() tidak didefinisikan maka beralih ke __float__(). Jika __float__() tidak didefinisikan maka beralih ke __index__().

Catatan

Saat mengkonversi dari string, string tidak boleh berisi spasi whitespace di sekitar operator + atau - pusat. Misalnya, complex('1+2j') baik-baik saja, tetapi complex('1 + 2j') menimbulkan ValueError.

Tipe kompleks dijelaskan dalam Numeric Types --- int, float, complex.

Berubah pada versi 3.6: Pengelompokan angka dengan garis bawah seperti dalam literal kode diperbolehkan.

Berubah pada versi 3.8: Dialihkan ke __index__() jika __complex__() dan __float__() tidak terdefinisi.

delattr(object, name)

Ini adalah kerabat relative dari setattr(). Argumen adalah objek dan string. String haruslah nama dari salah satu atribut objek. Fungsi menghapus atribut bernama, asalkan objek memperbolehkannya. Misalnya, delattr(x, 'foobar') setara dengan del x.foobar.

class dict(**kwarg)
class dict(mapping, **kwarg)
class dict(iterable, **kwarg)

Buat dictionary baru. Objek dict adalah kelas kamus dictionary. Lihat dict dan Mapping Types --- dict untuk dokumentasi tentang kelas ini.

Untuk wadah containers lain, lihat kelas-kelas bawaan :class: list, set, dan tuple, dan juga modul collections.

dir([object])

Tanpa argumen, kembalikan daftar list nama dalam lingkup lokal saat ini. Dengan argumen, mencoba untuk mengembalikan daftar list atribut yang valid untuk objek itu.

Jika objek memiliki metode bernama __dir__(), metode ini akan dipanggil dan harus mengembalikan daftar atribut. Ini memungkinkan objek yang mengimplementasikan fungsi alihsuai custom __getattr__() atau __getattribute__() untuk menyesuaikan cara dir() melaporkan atributnya.

Jika objek tidak menyediakan :meth: __dir__, fungsi mencoba yang terbaik untuk mengumpulkan informasi dari atribut objek __dict__, jika ditentukan, dan dari objek tipenya. Daftar yang dihasilkan belum tentu lengkap, dan mungkin tidak akurat ketika objek memiliki alihsuai custom __getattr__().

Mekanisme bawaan dir() berperilaku berbeda dengan berbagai jenis objek, karena berusaha menghasilkan informasi yang paling relevan, dibanding lengkap,:

  • Jika objek adalah objek modul, daftar berisi nama-nama atribut modul.

  • Jika objek adalah tipe atau objek kelas, daftar berisi nama atributnya, dan secara rekursif atribut dari basisnya.

  • Jika tidak, daftar berisi nama atribut objek, nama atribut kelasnya, dan secara rekursif atribut dari kelas dasar kelasnya.

Daftar yang dihasilkan diurutkan berdasarkan abjad. Sebagai contoh:

>>> import struct
>>> dir()   # show the names in the module namespace  
['__builtins__', '__name__', 'struct']
>>> dir(struct)   # show the names in the struct module 
['Struct', '__all__', '__builtins__', '__cached__', '__doc__', '__file__',
 '__initializing__', '__loader__', '__name__', '__package__',
 '_clearcache', 'calcsize', 'error', 'pack', 'pack_into',
 'unpack', 'unpack_from']
>>> class Shape:
...     def __dir__(self):
...         return ['area', 'perimeter', 'location']
>>> s = Shape()
>>> dir(s)
['area', 'location', 'perimeter']

Catatan

Karena dir() disediakan terutama sebagai kenyamanan untuk digunakan pada prompt interaktif, ia mencoba untuk memasok sekumpulan nama yang menarik lebih dari sekedar untuk menyediakan sekumpulan nama yang didefinisikan secara ketat atau konsisten, dan perilakunya yang terperinci dapat berubah lintas rilis. Misalnya, atribut metaclass tidak ada dalam daftar hasil ketika argumennya adalah kelas.

divmod(a, b)

Ambil dua angka (bukan kompleks) sebagai argumen dan kembalikan sepasang angka yang terdiri dari hasil bagi dan sisanya ketika menggunakan divisi integer. Dengan tipe operan campuran, aturan untuk operator aritmatika biner berlaku. Untuk bilangan bulat, hasilnya sama dengan (a // b, a % b). Untuk angka pecahan floating point hasilnya adalah (q, a % b), di mana q biasanya math.floor(a / b) tetapi mungkin 1 kurang dari itu. Bagaimanapun, q * b + a % b sangat dekat dengan a, jika a % b adalah bukan nol, ia memiliki tanda yang sama dengan b, dan 0 <= abs(a % b) < abs(b).

enumerate(iterable, start=0)

Kembalikan objek enumerasi. iterable harus berupa urutan, sebuah iterator, atau objek lain yang mendukung iterasi. The __next__() metode iterator dikembalikan oleh enumerate() mengembalikan tuple yang berisi hitungan (dari start yang bawaan ke 0) dan nilai yang diperoleh dari mengelilingi iterable.

>>> seasons = ['Spring', 'Summer', 'Fall', 'Winter']
>>> list(enumerate(seasons))
[(0, 'Spring'), (1, 'Summer'), (2, 'Fall'), (3, 'Winter')]
>>> list(enumerate(seasons, start=1))
[(1, 'Spring'), (2, 'Summer'), (3, 'Fall'), (4, 'Winter')]

Setara dengan:

def enumerate(sequence, start=0):
    n = start
    for elem in sequence:
        yield n, elem
        n += 1
eval(expression[, globals[, locals]])

Argumennya adalah string dan opsional global dan lokal. Jika disediakan, globals harus berupa dictionary. Jika disediakan, locals dapat berupa objek pemetaan apa pun.

The expression argument is parsed and evaluated as a Python expression (technically speaking, a condition list) using the globals and locals dictionaries as global and local namespace. If the globals dictionary is present and does not contain a value for the key __builtins__, a reference to the dictionary of the built-in module builtins is inserted under that key before expression is parsed. This means that expression normally has full access to the standard builtins module and restricted environments are propagated. If the locals dictionary is omitted it defaults to the globals dictionary. If both dictionaries are omitted, the expression is executed with the globals and locals in the environment where eval() is called. Note, eval() does not have access to the nested scopes (non-locals) in the enclosing environment.

Nilai kembalian adalah hasil dari ekspresi yang dievaluasi. Kesalahan sintaks dilaporkan sebagai pengecualian. Contoh:

>>> x = 1
>>> eval('x+1')
2

Fungsi ini juga dapat digunakan untuk mengeksekusi objek kode arbitrary (seperti yang dibuat oleh compile()). Dalam hal ini, berikan objek kode alih-alih string. Jika objek kode telah dikompilasi dengan 'exec' sebagai argumen mode, eval() nilai kembaliannya akan menjadi None.

Petunjuk: eksekusi dinamis dari pernyataan didukung oleh fungsi exec(). Fungsi globals() dan locals() mengembalikan kamus global dan lokal saat ini, masing-masing, yang mungkin berguna untuk diedarkan untuk digunakan oleh eval() atau exec().

Lihat ast.literal_eval() untuk fungsi yang dapat dengan aman mengevaluasi string dengan ekspresi yang hanya mengandung literal.

Memunculkan auditing event exec dengan argumen code_object.

exec(object[, globals[, locals]])

This function supports dynamic execution of Python code. object must be either a string or a code object. If it is a string, the string is parsed as a suite of Python statements which is then executed (unless a syntax error occurs). 1 If it is a code object, it is simply executed. In all cases, the code that's executed is expected to be valid as file input (see the section "File input" in the Reference Manual). Be aware that the nonlocal, yield, and return statements may not be used outside of function definitions even within the context of code passed to the exec() function. The return value is None.

Dalam semua kasus, jika bagian-bagian opsional dihilangkan, kode dieksekusi dalam lingkup saat ini. Jika hanya globals disediakan, itu harus berupa dictionary (dan bukan subkelas dictionary), yang akan digunakan untuk variabel global dan lokal. Jika globals dan locals diberikan, masing-masing digunakan untuk variabel global dan lokal. Jika disediakan, locals dapat berupa objek pemetaan apa pun. Ingat bahwa pada level modul, global dan lokal adalah kamus yang sama. Jika exec mendapat dua objek terpisah sebagai globals dan lokals, kode akan dieksekusi seolah-olah itu tertanam dalam definisi kelas.

Jika dictionary globals tidak mengandung nilai untuk kunci __builtins__, referensi ke dictionary modul bawaan builtins dimasukkan di bawah kunci itu. Dengan begitu Anda dapat mengontrol bawaan apa yang tersedia untuk kode yang dieksekusi dengan memasukkan dictionary __builtins__ Anda sendiri ke globals sebelum meneruskannya ke exec().

Memunculkan auditing event exec dengan argumen code_object.

Catatan

Fungsi bawaan :func: globals dan locals() masing-masing mengembalikan dictionary global dan lokal, yang mungkin berguna untuk digunakan sebagai argumen kedua dan ketiga untuk exec() .

Catatan

Bawaan locals bertindak seperti yang dijelaskan untuk fungsi locals() di bawah: modifikasi ke dictionary locals default tidak boleh dicoba. Melewatkan dictionary *locals eksplisit jika Anda perlu melihat efek kode pada locals setelah fungsi exec() mengembalikan.

filter(function, iterable)

Bangun sebuah iterator dari elemen-elemen iterable yang functions mengembalikan benar. iterable dapat berupa urutan, wadah container yang mendukung iterasi, atau iterator. Jika function adalah None, fungsi identitas diasumsikan, yaitu, semua elemen iterable yang salah dihapus.

Perhatikan bahwa filter(function, iterable) setara dengan ekspresi generator (item for item in iterable if function(item)) jika function tidak None dan (item for item in iterable if item) if function adalah None.

Lihat itertools.filterfalse() untuk fungsi komplementer yang mengembalikan elemen iterable yang berfungsi function mengembalikan salah.

class float([x])

Kembalikan angka pecahan floating point yang dibangun dari angka atau string x.

Jika argumennya berupa string, harus berisi angka desimal, secara opsional didahului oleh tanda, dan secara opsional tertanam di spasi whitespace. Tanda opsional mungkin '+' atau '-'; tanda '+' tidak memengaruhi nilai yang dihasilkan. Argumen juga dapat berupa string yang mewakili NaN (bukan angka), atau tak terhingga positif atau negatif. Lebih tepatnya, masukan harus sesuai dengan tata bahasa berikut karakter spasi awalan dan akhiran dihapus:

sign           ::=  "+" | "-"
infinity       ::=  "Infinity" | "inf"
nan            ::=  "nan"
numeric_value  ::=  floatnumber | infinity | nan
numeric_string ::=  [sign] numeric_value

Di sini floatnumber adalah bentuk Python floating-point literal, dijelaskan dalam Floating point literals. Kasus tidak signifikan, jadi, misalnya, "inf", "Inf", "INFINITY" dan "iNfINity" adalah semua ejaan yang dapat diterima untuk infinity positif.

Kalau tidak, jika argumennya adalah bilangan bulat atau angka pecahan floating point, angka pecahan dengan nilai yang sama (dalam presisi floating point Python) dikembalikan. Jika argumen di luar kisaran float Python, OverflowError akan dimunculkan.

Untuk objek Python umum x, float(x) didelegasikan ke x.__float__(). Jika __float__() tidak terdefinisi maka beralih ke __index__().

Jika tidak ada argumen yang diberikan, dikembalikan sebagai 0.0.

Contoh:

>>> float('+1.23')
1.23
>>> float('   -12345\n')
-12345.0
>>> float('1e-003')
0.001
>>> float('+1E6')
1000000.0
>>> float('-Infinity')
-inf

Tipe float dijelaskan dalam Numeric Types --- int, float, complex.

Berubah pada versi 3.6: Pengelompokan angka dengan garis bawah seperti dalam literal kode diperbolehkan.

Berubah pada versi 3.7: x sekarang menjadi parameter sesuai-posisi.

Berubah pada versi 3.8: Dialihkan ke __index__() jika __float__() tidak terdefinisi.

format(value[, format_spec])

Konversi value ke representasi "formatted", sebagaimana dikendalikan oleh format_spec. Interpretasi format_spec akan tergantung pada jenis argumen value, namun ada sintaks pemformatan standar yang digunakan oleh sebagian besar tipe bawaan: formatpec.

Default format_spec adalah string kosong yang biasanya memberikan efek yang sama dengan memanggil str(value).

Pemanggilan ke format(value, format_spec) diterjemahkan ke type(value).__format__(value, format_spec) yang memintas instance dictionary saat mencari nilai dari methode :met:`__format__`. Pengecualian exception TypeError dimunculkan jika pencarian metode mencapai object dan format_spec tidak kosong, atau jika format_spec atau nilai kembalian bukan string.

Berubah pada versi 3.4: object().__format__(format_spec) menimbulkan TypeError jika format_spec bukan string kosong.

class frozenset([iterable])

Kembalikan objek baru frozenset, secara opsional dengan elemen yang diambil dari iterable. frozenset adalah kelas bawaan. Lihat frozenset dan Set Types --- set, frozenset untuk dokumentasi tentang kelas ini.

Untuk wadah containers lain lihat kelas-kelas bawaan set, list,: class: tuple, dan dict, serta modul collections.

getattr(object, name[, default])

Kembalikan nilai atribut bernama dari object. name harus berupa string. Jika string adalah nama salah satu atribut objek, hasilnya adalah nilai atribut itu. Misalnya, getattr(x, 'foobar') setara dengan x.foobar. Jika atribut yang disebutkan tidak ada, default dikembalikan jika disediakan, jika tidak AttributeError dimunculkan.

globals()

Kembalikan dictionary yang mewakili tabel simbol global saat ini. Ini selalu merupakan dictionary dari modul saat ini (di dalam suatu fungsi atau metode, ini adalah modul di mana ia didefinisikan, bukan modul dari mana ia dipanggil).

hasattr(object, name)

Argumen adalah objek dan string. Hasilnya adalah True jika string adalah nama salah satu atribut objek, False jika tidak. (Ini diimplementasikan dengan memanggil getattr(object, name) dan melihat apakah itu memunculkan AttributeError atau tidak.)

hash(object)

Kembalikan nilai hash objek (jika ada). Nilai hash adalah bilangan bulat. Mereka digunakan untuk dengan cepat membandingkan kunci kamus dictionary keys selama pencarian dictionary. Nilai numerik yang membandingkan sama memiliki nilai hash yang sama (bahkan jika mereka dari jenis yang berbeda, seperti halnya untuk 1 dan 1.0).

Catatan

Untuk objek dengan metode ubahsuai custom __hash__(), perhatikan bahwa hash() memotong atau mengosongkan kembali nilai berdasarkan lebar bit mesin host. Lihat __hash__() untuk detailnya.

help([object])

Meminta sistem bantuan bawaan. (Fungsi ini dimaksudkan untuk penggunaan interaktif.) Jika tidak ada argumen yang diberikan, sistem bantuan interaktif dimulai pada konsol interpreter. Jika argumennya adalah string, maka string tersebut dicari sebagai nama modul, fungsi, kelas, metode, kata kunci, atau topik dokumentasi, dan halaman bantuan dicetak pada konsol. Jika argumennya adalah objek jenis apa pun, halaman bantuan tentang objek tersebut dihasilkan.

Perhatikan bahwa jika garis miring (/) muncul di daftar parameter suatu fungsi, ketika menjalankan help(), itu berarti bahwa parameter sebelum garis miring adalah hanya posisional. Untuk info lebih lanjut, lihat the FAQ entry on positional-only parameters.

Fungsi ini ditambahkan ke namespace bawaan dengan modul site.

Berubah pada versi 3.4: Perubahan ke pydoc dan inspect berarti bahwa tanda tangan signatures yang dilaporkan untuk callables sekarang lebih komprehensif dan konsisten.

hex(x)

Ubah angka integer menjadi string heksadesimal huruf kecil yang diawali dengan "0x". Jika x bukan objek Python int, ia harus mendefinisikan metode __index__() yang mengembalikan integer. Beberapa contoh:

>>> hex(255)
'0xff'
>>> hex(-42)
'-0x2a'

Jika Anda ingin mengonversi bilangan bulat menjadi string heksadesimal huruf besar atau huruf kecil dengan awalan atau tidak, Anda dapat menggunakan salah satu dari cara berikut:

>>> '%#x' % 255, '%x' % 255, '%X' % 255
('0xff', 'ff', 'FF')
>>> format(255, '#x'), format(255, 'x'), format(255, 'X')
('0xff', 'ff', 'FF')
>>> f'{255:#x}', f'{255:x}', f'{255:X}'
('0xff', 'ff', 'FF')

Lihat juga format() untuk informasi lebih lanjut.

Lihat juga int() untuk mengonversi string heksadesimal menjadi integer menggunakan basis 16.

Catatan

Untuk mendapatkan representasi string heksadesimal untuk float, gunakan metode float.hex().

id(object)

Kembalikan "identity" suatu objek. Ini adalah bilangan bulat yang dijamin unik dan konstan untuk objek ini selama masa pakainya. Dua objek dengan masa hidup yang tidak tumpang tindih mungkin memiliki nilai yang sama id().

CPython implementation detail: This is the address of the object in memory.

Memunculkan sebuah auditing event builtins.id dengan argumen id.

input([prompt])

Jika argumen prompt ada, ini ditulis ke keluaran standar tanpa baris tambahan. Fungsi ini kemudian membaca sebuah baris dari masukan, mengubahnya menjadi sebuah string (menghapus baris baru yang tertinggal), dan mengembalikannya. Ketika EOF dibaca, EOFError dimunculkan. Contoh:

>>> s = input('--> ')  
--> Monty Python's Flying Circus
>>> s  
"Monty Python's Flying Circus"

Jika modul readline dimuat, maka input() akan menggunakannya untuk menyediakan fitur pengeditan baris dan riwayat.

Memunculkan auditing event builtins.input dengan argumen prompt.

Memunculkan auditing event builtins.input/result dengan argumen result.

class int([x])
class int(x, base=10)

Kembalikan objek integer yang dibangun dari angka atau string x, atau kembalikan 0 jika tidak ada argumen yang diberikan. Jika x mendefinisikan __int__(), int(x) mengembalikan x.__int__(). Jika x mendefinisikan __index__(), ia mengembalikan x.__index__(). Jika x mendefinisikan __trunc__(), ia mengembalikan x.__trunc__(). Untuk angka floating point, ini memotong menuju nol.

Jika x bukan angka atau jika base diberikan, maka x harus berupa string, bytes, atau bytearray instance mewakili integer literal dalam radix base. Secara opsional, literal dapat didahului oleh + atau - (tanpa ada ruang di antaranya) dan dikelilingi oleh spasi whitespace. Basis-n literal terdiri dari digit 0 hingga n-1, dengan a hingga z (atau A hingga Z) memiliki nilai 10 hingga 35. Nilai bawaan base adalah 10. Nilai yang diizinkan adalah 0 dan 2--36. Basis-2, -8, dan -16 literal dapat secara opsional diawali dengan 0b/0B, 0o/0O, atau 0x/0X, seperti halnya literal integer dalam kode. Basis 0 berarti menafsirkan secara tepat sebagai kode literal, sehingga basis aktualnya adalah 2, 8, 10, atau 16, dan sehingga int('010', 0) tidak sah, sedangkan int('010') adalah sah, serta int('010', 8).

Tipe integer dijelaskan dalam Numeric Types --- int, float, complex.

Berubah pada versi 3.4: Jika base bukan turunan dari int dan objek base memiliki metode base.__index__, metode itu dipanggil untuk mendapatkan integer untuk basis. Versi sebelumnya digunakan base.__int__ alih-alih :meth: base.__index__ <objek .__ index __>.

Berubah pada versi 3.6: Pengelompokan angka dengan garis bawah seperti dalam literal kode diperbolehkan.

Berubah pada versi 3.7: x sekarang menjadi parameter sesuai-posisi.

Berubah pada versi 3.8: Dialihkan ke __index__() jika __int__() tidak terdefinisi.

Berubah pada versi 3.8.14: int string inputs and string representations can be limited to help avoid denial of service attacks. A ValueError is raised when the limit is exceeded while converting a string x to an int or when converting an int into a string would exceed the limit. See the integer string conversion length limitation documentation.

isinstance(object, classinfo)

Kembalikan nilai True jika argumen object adalah instansi dari argumen classinfo, atau dari sebuah subkelasnya (langsung, tidak langsung atau virtual). Jika object bukan objek dari tipe yang diberikan, fungsi selalu mengembalikan False. Jika classinfo adalah tuple dari objek tipe (atau secara rekursif, tuple lain semacam itu), kembalikan True jika object adalah instansi dari salah satu tipe. Jika classinfo bukan tipe atau tuple dari tipe dan tuple semacam itu, eksepsi TypeError dimunculkan.

issubclass(class, classinfo)

Kembalikan True jika class adalah sebuah subkelas (langsung, tidak langsung atau virtual) dari classinfo. Kelas dianggap sebagai subkelas dari dirinya sendiri. classinfo dapat berupa tuple dari objek kelas, dalam hal ini setiap entri dalam classinfo akan diperiksa. Dalam kasus lain, eksepsi TypeError akan dimunculkan.

iter(object[, sentinel])

Kembalikan objek iterator. Argumen pertama ditafsirkan sangat berbeda tergantung pada keberadaan argumen kedua. Tanpa argumen kedua, object harus berupa objek koleksi yang mendukung protokol iterasi (metode __iter__()), atau objek tersebut harus mendukung protokol urutan (metode __getitem__() dengan argumen integer mulai dari 0). Jika tidak mendukung salah satu dari protokol itu, TypeError akan dimunculkan. Jika argumen kedua, sentinel, diberikan, maka object harus menjadi objek yang bisa dipanggil. Iterator yang dibuat dalam kasus ini akan memanggil object tanpa argumen untuk setiap panggilan ke __next__() metode; jika nilai yang dikembalikan sama dengan sentinel, :exc: StopIteration akan ditimbulkan, jika tidak nilai akan dikembalikan.

Lihat juga Iterator Types.

Salah satu kegunaan dari bentuk kedua dari iter() adalah untuk membangun pembaca blok. Misalnya, membaca blok dengan lebar tetap dari berkas basis data biner hingga akhir file tercapai:

from functools import partial
with open('mydata.db', 'rb') as f:
    for block in iter(partial(f.read, 64), b''):
        process_block(block)
len(s)

Mengembalikan panjang (jumlah item) suatu objek. Argumennya bisa berupa urutan (seperti string, byte, tuple, list, atau range) atau koleksi (seperti dictionary, set, atau frozen set).

class list([iterable])

Alih-alih menjadi sebuah fungsi, list sebenarnya adalah tipe urutan yang bisa berubah mutable, seperti yang didokumentasikan dalam List dan :ref: typesseq.

locals()

Perbarui dan kembalikan dictionary yang mewakili tabel simbol lokal saat ini. Variabel bebas dikembalikan oleh locals() saat dipanggil dalam blok fungsi, tetapi tidak di blok kelas. Perhatikan bahwa pada tingkat modul, locals() dan globals() adalah dictionary yang sama.

Catatan

Isi dictionary ini tidak boleh dimodifikasi; perubahan mungkin tidak mempengaruhi nilai variabel lokal dan bebas yang digunakan oleh interpreter.

map(function, iterable, ...)

Kembalikan iterator yang berlaku function untuk setiap item iterable, menghasilkan yielding hasilnya. Jika argumen iterable tambahan disahkan, fungsi harus menerima banyak argumen dan diterapkan ke item dari semua iterables secara paralel. Dengan beberapa iterables, iterator berhenti ketika iterable terpendek habis. Untuk kasus-kasus di mana input fungsi sudah diatur ke dalam argumen tuples, lihat itertools.starmap().

max(iterable, *[, key, default])
max(arg1, arg2, *args[, key])

Kembalikan item terbesar dalam iterable atau yang terbesar dari dua atau lebih argumen.

Jika satu argumen posisi disediakan, itu harus berupa iterable. Item terbesar di iterable dikembalikan. Jika dua atau lebih argumen posisi disediakan, argumen posisi terbesar dikembalikan.

Ada dua opsional hanya argumen kata kunci keyword arguments. Argumen key menentukan fungsi pengurutan satu argumen seperti yang digunakan untuk list.sort(). Argumen default menentukan objek yang akan dikembalikan jika yang disediakan itu kosong. Jika iterable kosong dan default tidak disediakan, ValueError akan dimunculkan.

Jika beberapa item maksimal, fungsi mengembalikan item pertama yang ditemui. Ini konsisten dengan alat pengawet preserving sortir yang stabil lain seperti sorted(iterable, key=keyfunc, reverse=True)[0] dan heapq.nlargest(1, iterable, key=keyfunc).

Baru pada versi 3.4: default hanya argumen kata kunci keyword argument.

Berubah pada versi 3.8: key bisa jadi None.

class memoryview(obj)

Kembalikan objek "memory view" yang dibuat dari argumen yang diberikan. Lihat Memory Views untuk informasi lebih lanjut.

min(iterable, *[, key, default])
min(arg1, arg2, *args[, key])

Kembalikan item terkecil dalam iterable atau terkecil dari dua atau lebih argumen.

Jika satu argumen posisi disediakan, itu harus berupa iterable. Item terkecil di iterable dikembalikan. Jika dua atau lebih argumen posisional disediakan, argumen posisional terkecil akan dikembalikan.

Ada dua opsional hanya argumen kata kunci keyword arguments. Argumen key menentukan fungsi pengurutan satu argumen seperti yang digunakan untuk list.sort(). Argumen default menentukan objek yang akan dikembalikan jika yang disediakan itu kosong. Jika iterable kosong dan default tidak disediakan, ValueError akan dimunculkan.

Jika beberapa item minimal, fungsi mengembalikan item pertama yang ditemui. Ini konsisten dengan alat pengawet preserving sortir yang stabil lain seperti sorted(iterable, key=keyfunc)[0] dan heapq.nsmallest(1, iterable, key=keyfunc).

Baru pada versi 3.4: default hanya argumen kata kunci keyword argument.

Berubah pada versi 3.8: key bisa jadi None.

next(iterator[, default])

Ambil item berikutnya dari iterator dengan memanggil metode __next__(). Jika default diberikan, itu dikembalikan jika iterator habis, jika tidak StopIteration akan dimunculkan.

class object

Kembalikan objek tanpa fitur baru. object adalah basis untuk semua kelas. Ini memiliki metode yang umum untuk semua contoh kelas Python. Fungsi ini tidak menerima argumen apa pun.

Catatan

object not memiliki __dict__, jadi Anda tidak dapat menetapkan atribut arbitrary ke turunan dari kelas object.

oct(x)

Ubah angka integer menjadi string oktal yang diawali dengan "0o". Hasilnya adalah ekspresi Python yang valid. Jika x bukan objek Python :class: int, ia harus mendefinisikan metode __index__() yang mengembalikan integer. Sebagai contoh:

>>> oct(8)
'0o10'
>>> oct(-56)
'-0o70'

Jika Anda ingin mengonversi bilangan bulat menjadi string oktal baik dengan awalan "0o" atau tidak, Anda dapat menggunakan salah satu dari cara berikut.

>>> '%#o' % 10, '%o' % 10
('0o12', '12')
>>> format(10, '#o'), format(10, 'o')
('0o12', '12')
>>> f'{10:#o}', f'{10:o}'
('0o12', '12')

Lihat juga format() untuk informasi lebih lanjut.

open(file, mode='r', buffering=-1, encoding=None, errors=None, newline=None, closefd=True, opener=None)

Buka file dan mengembalikan yang sesuai dengan file object. Jika file tersebut tidak dapat dibuka, sebuah OSError akan dinaikkan. Lihat Membaca dan Menulis Berkas untuk contoh yang lebih banyak terkait bagaimana menggunakan fungsi ini.

file adalah path-like object yang memberikan jalur nama pathname (absolut atau relatif terhadap direktori kerja saat ini) dari berkas yang akan dibuka atau deskriptor berkas integer dari berkas yang akan dibungkus. (Jika deskriptor berkas diberikan, itu ditutup ketika objek I/O yang dikembalikan ditutup, kecuali closefd diatur ke False.)

mode adalah string opsional yang menentukan mode di mana berkas dibuka. Bawaannya adalah 'r' yang artinya terbuka untuk membaca dalam mode teks. Nilai umum lainnya adalah 'w' untuk penulisan (mengosongkan berkas jika sudah ada), 'x' untuk pembuatan eksklusif dan 'a' untuk menambahkan (yang pada beberapa sistem Unix, berarti bahwa all penulisan ditambahkan ke akhir file terlepas dari posisi pencarian saat ini). Dalam mode teks, jika encoding tidak ditentukan, penyandian encoding yang digunakan bergantung pada platform: locale.getpreferredencoding(False) dipanggil untuk mendapatkan penyandian lokal locale encoding saat ini. (Untuk membaca dan menulis byte raw, gunakan mode biner dan biarkan encoding tidak ditentukan.) Mode yang tersedia adalah:

Karakter

Artinya

'r'

terbuka untuk membaca (bawaan)

'w'

buka untuk menulis, mengosongkan berkas terlebih dahulu

'x'

terbuka untuk pembuatan eksklusif, gagal jika file sudah ada

'a'

terbuka untuk menulis, menambahkan di bagian akhir berkas jika ada

'b'

mode biner

't'

mode teks (bawaan)

'+'

terbuka untuk memperbarui (membaca dan menulis)

Mode bawaan adalah 'r' (terbuka untuk membaca teks, sinonim dari 'rt'). Mode 'w+' dan 'w+b' membuka dan mengosongkan berkas. Mode 'r+' dan 'r+b' membuka file tanpa mengosongkan.

Seperti disebutkan dalam Overview, Python membedakan antara biner dan teks I/O. Berkas dibuka dalam mode biner (termasuk 'b' dalam argumen mode) mengembalikan konten sebagai objek bytes tanpa decoding. Dalam mode teks (bawaan, atau ketika 't' termasuk dalam argumen mode), isi file dikembalikan sebagai str, byte yang pertama kali diterjemahkan decoded menggunakan encoding bergantung-platform atau menggunakan encoding yang ditentukan jika diberikan.

Ada karakter mode tambahan yang diizinkan, 'U', yang tidak lagi memiliki efek apa pun, dan dianggap sudah usang. Ini sebelumnya diaktifkan universal newlines dalam mode teks, yang menjadi perilaku bawaan di Python 3.0. Rujuk ke dokumentasi parameter newline untuk rincian lebih lanjut.

Catatan

Python tidak tergantung pada gagasan sistem operasi yang mendasari file teks; semua pemrosesan dilakukan oleh Python sendiri, dan oleh karena itu tidak bergantung platform.

buffering adalah integer opsional yang digunakan untuk mengatur kebijakan buffering. Berikan nilai 0 untuk menonaktifkan buffering (hanya diizinkan dalam mode biner), 1 untuk memilih line buffering (hanya dapat digunakan dalam mode teks), dan integer > 1 untuk menunjukkan ukuran dalam byte penyangga potongan chunk berukuran tetap. Ketika tidak ada argumen buffering yang diberikan, kebijakan buffering bawaan berfungsi sebagai berikut:

  • File biner disangga buffered dalam potongan ukuran tetap; ukuran penyangga dipilih menggunakan heuristik yang mencoba menentukan "block size" perangkat yang mendasarinya dan bergantung pada io.DEFAULT_BUFFER_SIZE. Pada banyak sistem, panjang penyangga biasanya adalah 4096 atau 8192 byte.

  • Berkas teks "interactive" (berkas yang isatty() mengembalikan True) menggunakan line buffering. File teks lainnya menggunakan kebijakan yang dijelaskan di atas untuk file biner.

encoding adalah nama penyandian encoding yang digunakan untuk menerjemahkan decode atau menyandikan encode berkas. Ini hanya digunakan dalam mode teks. encoding bawaan bergantung pada platform (apa pun kembalian locale.getpreferredencoding()), tetapi apa pun text encoding yang didukung oleh Python dapat digunakan. Lihat modul codecs untuk daftar penyandian encoding yang didukung.

errors adalah string opsional yang menentukan bagaimana kesalahan encoding dan decoding ditangani — ini tidak dapat digunakan dalam mode biner. Berbagai penangan kesalahan standar tersedia (terdaftar di bawah Penangan Kesalahan), meskipun nama penanganan kesalahan yang telah terdaftar dengan codecs.register_error() juga valid. Nama standar meliputi:

  • 'strict' untuk memunculkan pengecualian ValueError jika ada kesalahan penyandian encoding. Nilai bawaan dari None memiliki efek yang sama.

  • 'ignore' mengabaikan kesalahan. Perhatikan bahwa mengabaikan kesalahan penyandian encoding dapat menyebabkan hilangnya data.

  • 'replace' menyebabkan penanda pengganti (seperti '?') disisipkan di mana ada data yang tidak sesuai format.

  • 'surrogateescape' akan mewakili byte yang salah sebagai titik kode di Area Penggunaan Pribadi Unicode mulai dari U+DC80 hingga U+DCFF. Poin kode pribadi ini kemudian akan kembali menjadi byte yang sama ketika penangan kesalahan surrogateescape digunakan saat menulis data. Ini berguna untuk memproses berkas dalam penyandian encoding yang tidak dikenal.

  • 'xmlcharrefreplace' hanya didukung saat menulis ke berkas. Karakter yang tidak didukung oleh penyandian encoding diganti dengan referensi karakter XML yang sesuai &#nnn;.

  • 'backslashreplace' menggantikan data yang salah dengan urutan pemisahan dengan backslash dari Python.

  • 'namereplace' (juga hanya didukung saat menulis) menggantikan karakter yang tidak didukung dengan \N{...} urutan pemisahan.

newline mengontrol bagaimana mode universal newlines bekerja (ini hanya berlaku untuk mode teks). Itu bisa None, '', '\n', '\r', dan '\r\n'. Ia bekerja sebagai berikut:

  • Saat membaca masukan dari aliran stream, jika newline adalah None, mode universal baris baru diaktifkan. Baris dalam masukan dapat diakhiri dengan '\n', '\r', atau '\r\n', dan ini diterjemahkan ke dalam '\n' sebelum dikembalikan ke pemanggil. Jika '', mode baris baru universal diaktifkan, tetapi akhir baris dikembalikan ke pemanggil yang tidak diterjemahkan. Jika memiliki salah satu nilai legal lainnya, jalur masukan hanya diakhiri oleh string yang diberikan, dan akhir baris dikembalikan ke pemanggil yang tidak diterjemahkan.

  • Saat menulis keluaran ke aliran stream, jika newline adalah None, setiap karakter '\n' yang ditulis diterjemahkan ke pemisah garis bawaan sistem, os.linesep. Jika newline adalah '' atau '\n', tidak ada terjemahan yang terjadi. Jika newline adalah salah satu dari nilai legal lainnya, setiap karakter '\n' yang ditulis diterjemahkan ke string yang diberikan.

Jika closefd bernilai False dan diberikan deskriptor berkas daripada nama berkas, deskriptor berkas yang mendasarinya akan tetap terbuka ketika berkas ditutup. Jika nama berkas diberikan closefd harus bernilai True (bawaan) jika tidak kesalahan akan dimunculkan.

Pembuka khusus dapat digunakan dengan melewatkan callable sebagai opener. Deskriptor berkas yang mendasari untuk objek berkas kemudian diperoleh dengan memanggil opener dengan (file, flags). opener harus mengembalikan deskriptor berkas terbuka (lewat os.open sebagai opener menghasilkan fungsionalitas yang mirip dengan melewatkan None).

Berkas yang baru dibuat adalah non-inheritable.

Contoh berikut menggunakan parameter dir_fd dari fungsi os.open() untuk membuka berkas relatif ke direktori yang diberikan:

>>> import os
>>> dir_fd = os.open('somedir', os.O_RDONLY)
>>> def opener(path, flags):
...     return os.open(path, flags, dir_fd=dir_fd)
...
>>> with open('spamspam.txt', 'w', opener=opener) as f:
...     print('This will be written to somedir/spamspam.txt', file=f)
...
>>> os.close(dir_fd)  # don't leak a file descriptor

Tipe file object yang dikembalikan oleh fungsi open() tergantung pada mode. Ketika open() digunakan untuk membuka berkas dalam mode teks ('w', 'r', 'wt', 'rt', dll.), ia mengembalikan subkelas dari io.TextIOBase (khusus io.TextIOWrapper). Ketika digunakan untuk membuka file dalam mode biner dengan buffering, kelas yang dikembalikan adalah subkelas dari io.BufferedIOBase. Kelas yang tepat bervariasi: dalam mode baca biner, ia mengembalikan io.BufferedReader; dalam mode tulis biner dan append biner, ia mengembalikan sebuah io.BufferedWriter, dan dalam mode baca/tulis, ia mengembalikan sebuah io.BufferedRandom. Ketika buffering dinonaktifkan, aliran tak diproses raw stream, subkelas dari io.RawIOBase, io.FileIO, dikembalikan.

Lihat juga modul penanganan berkas, seperti, fileinput, io (di mana open() dideklarasikan), os, os.path, tempfile, dan shutil.

Memunculkan auditing event open dengan argumen file, mode, flags.

Argumen mode dan flags mungkin telah dimodifikasi atau disimpulkan dari pemanggilan asli.

Berubah pada versi 3.3:
  • Parameter opener telah ditambahkan.

  • Mode 'x' telah ditambahkan.

  • IOError sebelumnya ditimbulkan, sekarang merupakan alias dari OSError.

  • FileExistsError sekarang ditimbulkan jika berkas yang dibuka dalam mode pembuatan eksklusif ('x') sudah ada.

Berubah pada versi 3.4:
  • Berkas sekarang tidak dapat diwariskan.

Deprecated since version 3.4, will be removed in version 3.9: Mode 'U'.

Berubah pada versi 3.5:
  • Jika panggilan sistem terganggu dan penangan sinyal tidak menimbulkan pengecualian, fungsi sekarang mencoba ulang panggilan sistem alih-alih menimbulkan pengecualian InterruptedError (lihat PEP 475 untuk penjelasannya).

  • Penangan kesalahan 'namereplace' telah ditambahkan.

Berubah pada versi 3.6:
  • Dukungan ditambahkan untuk menerima objek yang mengimplementasikan os.PathLike.

  • Di Windows, membuka penyangga buffer konsol dapat mengembalikan subclass dari io.RawIOBase selain io.FileIO.

ord(c)

Diberikan string yang mewakili satu karakter Unicode, kembalikan integer yang mewakili titik kode Unicode dari karakter itu. Misalnya, ord('a') mengembalikan integer 97 dan ord('€') (tanda Euro) mengembalikan 8364. Ini adalah kebalikan dari chr().

pow(base, exp[, mod])

Kembalikan base ke power exp; jika mod ada, kembalikan base ke power exp, modulo mod (dihitung lebih efisien daripada pow(base, exp) % mod). Bentuk dua argumen pow(base, exp) setara dengan menggunakan operator power: base**exp.

Argumen harus memiliki tipe numerik. Dengan tipe operan campuran, aturan paksaan untuk operator aritmatika biner berlaku. Untuk operan int, hasilnya memiliki tipe yang sama dengan operan (setelah paksaan) kecuali argumen kedua negatif; dalam hal itu, semua argumen dikonversi menjadi pecahan float dan hasil pecahan float dikirimkan. Misalnya, 10**2 mengembalikan 100, tetapi 10**-2 mengembalikan 0.01.

Untuk operan int base dan exp, jika mod ada, mod juga harus bertipe integer dan mod harus bukan nol. Jika mod ada dan exp negatif, basis harus relatif prima ke mod. Dalam kasus itu, pow(inv_base, -exp, mod) dikembalikan, di mana inv_base adalah kebalikan dari base modulo mod.

Berikut adalah contoh penghitungan kebalikan untuk 38 modulo 97:

>>> pow(38, -1, mod=97)
23
>>> 23 * 38 % 97 == 1
True

Berubah pada versi 3.8: Untuk operan int, bentuk tiga argumen dari pow sekarang memungkinkan argumen kedua menjadi negatif, memungkinkan perhitungan inverse modular.

Berubah pada versi 3.8: Izinkan argumen kata kunci keyword arguments. Sebelumnya, hanya argumen posisi yang didukung.

print(*objects, sep=' ', end='\n', file=sys.stdout, flush=False)

Cetak objects ke aliran teks file, dipisahkan oleh sep dan diikuti oleh end. sep, end, file dan flush, jika ada, harus diberikan sebagai argumen kata kunci keyword arguments.

Semua argumen non-kata kunci dikonversi ke string seperti str() dan ditulis ke aliran stream, dipisahkan oleh sep dan diikuti oleh end. Baik sep dan end harus berupa string; mereka juga bisa None, yang berarti menggunakan nilai bawaan. Jika tidak ada objects yang diberikan, print() hanya akan menulis end.

Argumen file harus berupa objek dengan metode write(string); jika tidak ada atau None, sys.stdout akan digunakan. Karena argumen yang dicetak dikonversi ke string teks, print() tidak dapat digunakan dengan objek file mode biner. Untuk ini, gunakan file.write(...) sebagai gantinya.

Meski penyangga buffer keluaran biasanya ditentukan oleh file, tetapi jika argumen kata kunci flush bernilai benar, aliran stream dihapus flushed secara paksa.

Berubah pada versi 3.3: Menambahkan argumen kata kunci flush.

class property(fget=None, fset=None, fdel=None, doc=None)

Kembalikan atribut properti.

fget adalah fungsi untuk mendapatkan nilai atribut. fset adalah fungsi untuk mengatur nilai atribut. fdel adalah fungsi untuk menghapus nilai atribut. Dan doc membuat docstring untuk atribut.

Penggunaan khasnya untuk mendefinisikan atribut yang dikelola x:

class C:
    def __init__(self):
        self._x = None

    def getx(self):
        return self._x

    def setx(self, value):
        self._x = value

    def delx(self):
        del self._x

    x = property(getx, setx, delx, "I'm the 'x' property.")

Jika c adalah instance dari C, c.x akan memanggil getter, c.x = value akan memanggil setter dan del c.x memanggil deleter.

Jika diberikan, doc akan menjadi docstring dari atribut properti. Jika tidak, properti akan menyalin docstring dari fget (jika ada). Ini memungkinkan untuk membuat properti baca-saja read-only dengan mudah menggunakan property() sebagai decorator:

class Parrot:
    def __init__(self):
        self._voltage = 100000

    @property
    def voltage(self):
        """Get the current voltage."""
        return self._voltage

Decorator @property mengubah metode voltage() menjadi "getter" untuk atribut baca-saja read-only dengan nama yang sama, dan mengatur docstring untuk voltage menjadi "Get the current voltage."

Properti dari objek memiliki: attr:~property.getter, setter, dan deleter metode yang dapat digunakan sebagai dekorator yang membuat salinan properti dengan fungsi accessor yang sesuai. diatur ke fungsi yang didekorasi. Ini paling baik dijelaskan dengan contoh:

class C:
    def __init__(self):
        self._x = None

    @property
    def x(self):
        """I'm the 'x' property."""
        return self._x

    @x.setter
    def x(self, value):
        self._x = value

    @x.deleter
    def x(self):
        del self._x

Kode ini persis sama dengan contoh pertama. Pastikan untuk memberi fungsi tambahan nama yang sama dengan properti asli (x dalam kasus ini.)

Properti dari objek yang dikembalikan juga memiliki atribut fget, fset, dan fdel yang sesuai dengan argumen pembangun constructor.

Berubah pada versi 3.5: docstrings dari properti objek-objek sekarang dapat ditulisi.

class range(stop)
class range(start, stop[, step])

Alih-alih menjadi fungsi, range sebenarnya merupakan tipe urutan yang tidak dapat diubah immutable, seperti yang didokumentasikan dalam Ranges dan Sequence Types --- list, tuple, range.

repr(object)

Mengembalikan string yang berisi representasi objek yang dapat dicetak. Untuk banyak tipe, fungsi ini berusaha untuk mengembalikan string yang akan menghasilkan objek dengan nilai yang sama ketika diteruskan ke eval(), jika tidak, representasi adalah string yang tertutup kurung sudut yang berisi nama jenis objek bersama dengan informasi tambahan seringkali termasuk nama dan alamat objek. Kelas dapat mengontrol apa fungsi ini yang dikembalikan untuk instance-nya dengan mendefinisikan metode __repr__().

reversed(seq)

Kembalikan kebalikan dari iterator. seq harus berupa objek yang memiliki __reversed__() metode atau dukungan protokol urutan (metode __len__() dan metode __getitem__() dengan argumen integer mulai dari 0 ).

round(number[, ndigits])

Kembalikan number dibulatkan ke ndigits presisi setelah titik desimal. Jika ndigits dihilangkan atau None, ini akan mengembalikan integer terdekat ke masukannya.

Untuk tipe bawaan yang mendukung round(), nilai dibulatkan ke kelipatan terdekat dari 10 dengan pangkat minus ndigits; jika dua kelipatan sama-sama dekat, pembulatan dilakukan menuju pilihan genap (jadi, misalnya, round(0.5) dan round(-0.5) adalah 0, dan round(1.5) adalah 2). Nilai integer apa pun berlaku untuk ndigits (positif, nol, atau negatif). Nilai kembaliannya adalah bilangan bulat jika ndigits dihilangkan atau None. Kalau tidak, nilai kembaliannya memiliki jenis yang sama dengan number.

Untuk sebuah objek Python number secara umum, round mendelegasikan ke number.__round__.

Catatan

Perilaku round() untuk pecahan floats bisa mengejutkan: misalnya, round(2.675, 2) memberikan 2.67 alih-alih yang diharapkan 2.68. Ini bukan bug: ini adalah hasil dari fakta bahwa sebagian besar pecahan desimal tidak dapat diwakili persis seperti pelampung float. Lihat Aritmatika Pecahan Floating Point: Masalah dan Keterbatasan untuk informasi lebih lanjut.

class set([iterable])

Kembalikan objek baru set, secara opsional dengan elemen yang diambil dari iterable. set adalah kelas bawaan. Lihat: class:set dan Set Types --- set, frozenset untuk dokumentasi tentang kelas ini.

Untuk wadah containers lain lihat kelas-kelas bawaan frozenset, list, tuple, dan dict, juga modul collections.

setattr(object, name, value)

Ini adalah bagian dari getattr(). Argumen adalah objek, string dan nilai yang berubah-ubah arbitrary. String dapat memberi nama atribut yang ada atau atribut baru. Fungsi memberikan nilai ke atribut, asalkan objek memungkinkannya. Misalnya, setattr(x, 'foobar', 123) setara dengan x.foobar = 123.

class slice(stop)
class slice(start, stop[, step])

Kembali sebuah objek slice yang mewakili sekumpulan indeks yang ditentukan oleh range(start, stop, step). The start dan step argumen bawaannya None. Objek Slice memiliki atribut data hanya baca read-only start, stop dan step yang hanya mengembalikan nilai argumen (atau bawaannya). Mereka tidak memiliki fungsi eksplisit lainnya; namun mereka digunakan oleh Numerical Python dan ekstensi pihak ketiga lainnya. Objek slice juga dihasilkan ketika sintaks pengindeksan yang diperbesar digunakan. Misalnya: a[start:stop:step] atau a[start:stop, i]. Lihat itertools.islice() untuk versi alternatif yang mengembalikan sebuah iterator.

sorted(iterable, *, key=None, reverse=False)

Kembalikan daftar baru yang diurutkan dari item di iterable.

Memiliki dua argumen opsional yang harus ditentukan sebagai argumen kata kunci.

key menentukan sebuah fungsi dari satu argumen yang digunakan untuk mengekstrak kunci perbandingan dari setiap elemen di iterable (misalnya, key=str.lower). Nilai bawaannya adalah None (bandingkan elemen secara langsung).

reverse adalah nilai boolean. Jika diatur ke True, maka elemen list atau daftar diurutkan seolah-olah setiap perbandingan dibalik.

Gunakan functools.cmp_to_key() untuk mengubah fungsi cmp gaya lama menjadi fungsi key.

Fungsi bawaan sorted() dijamin stabil. Semacam stabil jika menjamin tidak mengubah urutan relatif elemen yang membandingkan kesamaan --- ini berguna untuk menyortir dalam beberapa langkah (misalnya, urutkan berdasarkan departemen, lalu dengan tingkat gaji).

Untuk contoh pengurutan dan tutorial singkat pengurutan, lihat :ref: sortinghowto.

@staticmethod

Ubah sebuah metode menjadi sebuah metode statis.

Metode statis tidak menerima argumen implisit pertama. Untuk mendeklarasikan metode statis, gunakan idiom ini:

class C:
    @staticmethod
    def f(arg1, arg2, ...): ...

Bentuk @staticmethod adalah fungsi decorator -- lihat Definisi fungsi untuk detail.

Metode statis dapat dipanggil baik di kelas (seperti C.f()) atau pada instance (seperti C().f()).

Metode statis di Python mirip dengan yang ditemukan di Java atau C++. Juga lihat classmethod() untuk varian yang berguna untuk membuat konstruktor kelas alternatif.

Seperti semua dekorator, dimungkinkan juga untuk memanggil staticmethod sebagai fungsi biasa dan melakukan sesuatu dengan hasilnya. Ini diperlukan dalam beberapa kasus di mana Anda memerlukan referensi ke fungsi dari badan kelas dan Anda ingin menghindari transformasi otomatis ke metode instance. Untuk kasus ini, gunakan idiom ini:

class C:
    builtin_open = staticmethod(open)

Untuk informasi lebih lanjut tentang metode statis, lihat The standard type hierarchy.

class str(object='')
class str(object=b'', encoding='utf-8', errors='strict')

Kembalikan sebuah versi str dari objek. Lihat str() untuk detailnya.

str adalah string bawaan class. Untuk informasi umum tentang string, lihat Text Sequence Type --- str.

sum(iterable, /, start=0)

Jumlah start dan item dari iterable dari kiri ke kanan dan mengembalikan total. Item iterable biasanya berupa angka, dan nilai awal tidak boleh berupa string.

Untuk beberapa kasus penggunaan, ada alternatif yang baik untuk sum(). Cara yang disukai dan cepat untuk menggabungkan rangkaian string adalah dengan memanggil ''.join(sequence). Untuk menambahkan nilai pecahan floating point dengan presisi yang diperluas, lihat math.fsum(). Untuk menggabungkan serangkaian iterables, coba gunakan itertools.chain().

Berubah pada versi 3.8: Parameter mulai dapat ditentukan sebagai argumen kata kunci.

super([type[, object-or-type]])

Kembalikan objek proxy yang mendelegasikan panggilan metode ke kelas orang tua atau saudara dari type. Ini berguna untuk mengakses metode yang diwariskan yang telah ditimpa di suatu kelas.

object-or-type menentukan method resolution order yang akan dicari. Pencarian dimulai dari kelas tepat setelah type.

Sebagai contoh, jika __ mro__ dari object-or-type adalah D -> B -> C -> A -> object dan nilai type adalah B, lalu super() mencari C -> A -> object.

Atribut __ mro__ dari object-or-type mencantumkan urutan metode pencarian resolusi yang digunakan oleh kedua getattr() dan super(). Atributnya dinamis dan dapat berubah setiap kali hierarki warisan diperbarui.

Jika argumen kedua dihilangkan, objek super yang dikembalikan tidak terikat unbound. Jika argumen kedua adalah objek, isinstance(obj, type) harus benar. Jika argumen kedua adalah tipe, issubclass(type2, type) harus benar (ini berguna untuk metode-metode kelas).

Ada dua kasus penggunaan khas untuk super. Dalam hierarki kelas dengan pewarisan tunggal single inheritance, super dapat digunakan untuk merujuk ke kelas induk tanpa menyebutkannya secara eksplisit, sehingga membuat kode lebih mudah dikelola. Penggunaan ini sangat mirip dengan penggunaan super dalam bahasa pemrograman lain.

The second use case is to support cooperative multiple inheritance in a dynamic execution environment. This use case is unique to Python and is not found in statically compiled languages or languages that only support single inheritance. This makes it possible to implement "diamond diagrams" where multiple base classes implement the same method. Good design dictates that such implementations have the same calling signature in every case (because the order of calls is determined at runtime, because that order adapts to changes in the class hierarchy, and because that order can include sibling classes that are unknown prior to runtime).

Untuk kedua kasus penggunaan, pemanggilan superclass yang khas terlihat seperti ini:

class C(B):
    def method(self, arg):
        super().method(arg)    # This does the same thing as:
                               # super(C, self).method(arg)

Selain pencarian metode, super() juga berfungsi untuk pencarian atribut. Salah satu kemungkinan kasus penggunaan ini adalah pemanggilan descriptors di kelas induk atau saudara kandung.

Perhatikan bahwa super() diimplementasikan sebagai bagian dari proses pengikatan binding untuk pencarian atribut eksplisit bertitik dotted seperti super().__getitem__(name). Itu melakukannya dengan menerapkan sendiri metode __getattribute__() untuk mencari kelas dalam urutan terprediksi yang mendukung multiple inheritance kooperatif. Dengan demikian, super() tidak ditentukan untuk pencarian implisit menggunakan pernyataan atau operator seperti super()[name].

Juga perhatikan bahwa, selain dari bentuk tanpa argumen, super() tidak terbatas untuk menggunakan metode di dalam. Bentuk dua argumen menentukan argumen dengan tepat dan membuat referensi yang sesuai. Bentuk tanpa argumen hanya bekerja di dalam definisi kelas, karena compiler mengisi rincian yang diperlukan untuk mengambil kelas yang didefinisikan dengan benar, serta mengakses instance saat ini untuk metode biasa.

Untuk saran praktis tentang bagaimana merancang kelas kooperatif menggunakan super(), lihat guide to using super().

class tuple([iterable])

Alih-alih menjadi fungsi, tuple sebenarnya merupakan tipe urutan yang tidak dapat diubah atau disebut immutable, seperti yang didokumentasikan dalam Tuples dan Sequence Types --- list, tuple, range.

class type(object)
class type(name, bases, dict, **kwds)

Dengan satu argumen, kembalikan tipe dari sebuah object. Nilai kembaliannya adalah sebuah tipe objek dan umumnya objek yang sama seperti yang dikembalikan oleh object.__class__.

Fungsi bawaan isinstance() direkomendasikan untuk menguji jenis objek, karena ia memperhitungkan subkelas.

With three arguments, return a new type object. This is essentially a dynamic form of the class statement. The name string is the class name and becomes the __name__ attribute. The bases tuple contains the base classes and becomes the __bases__ attribute; if empty, object, the ultimate base of all classes, is added. The dict dictionary contains attribute and method definitions for the class body; it may be copied or wrapped before becoming the __dict__ attribute. The following two statements create identical type objects:

>>> class X:
...     a = 1
...
>>> X = type('X', (), dict(a=1))

Lihat juga Objek Tipe.

Keyword arguments provided to the three argument form are passed to the appropriate metaclass machinery (usually __init_subclass__()) in the same way that keywords in a class definition (besides metaclass) would.

See also Customizing class creation.

Berubah pada versi 3.6: Subkelas dari type yang tidak menimpa type.__new__ mungkin tidak lagi menggunakan bentuk satu argumen untuk mendapatkan tipe dari suatu objek.

vars([object])

Kembalikan atribut: attr:~object.__ dict__ untuk modul, kelas, instance, atau objek lainnya yang memiliki atribut __ dict__.

Objek seperti modul dan instance memiliki atribut yang dapat diperbarui __dict__; namun, objek lain mungkin memiliki batasan penulisan pada atribut __dict__ (misalnya, kelas menggunakan sebuah types.MappingProxyType untuk mencegah pembaruan kamus secara langsung).

Tanpa argumen, vars() bertindak seperti locals(). Catatan, dictionary lokal hanya berguna untuk dibaca karena pembaruan ke dictionary lokal diabaikan.

Sebuah pengecualian untuk TypeError akan muncul jika suatu objek yang ditentukan tetapi tidak memiliki sebuah atribut __dict__ (contohnya, jika suatu kelas didefinisikan sebagai atribut __slots__).

zip(*iterables)

Membuat iterator yang mengumpulkan elemen dari masing-masing iterables.

Kembalikan iterator dari tuples, di mana tuple ke-i berisi elemen ke-i dari masing-masing urutan argumen atau iterables. Iterator berhenti ketika masukan terpendek iterable habis. Dengan argumen iterable tunggal, ia mengembalikan iterator 1-tupel. Tanpa argumen, ia mengembalikan iterator kosong. Setara dengan:

def zip(*iterables):
    # zip('ABCD', 'xy') --> Ax By
    sentinel = object()
    iterators = [iter(it) for it in iterables]
    while iterators:
        result = []
        for it in iterators:
            elem = next(it, sentinel)
            if elem is sentinel:
                return
            result.append(elem)
        yield tuple(result)

Urutan evaluasi iterables dari kiri ke kanan dijamin. Hal ini memungkinkan idiom untuk mengelompokkan seri data ke dalam grup panjang-n menggunakan zip(*[iter(s)]*n). Ini mengulangi iterator yang sama same n kali sehingga setiap tuple keluaran memiliki hasil panggilan n ke iterator. Ini memiliki efek membagi input menjadi potongan panjang-n.

zip() hanya boleh digunakan dengan masukan yang panjangnya tidak sama ketika Anda tidak peduli tentang bagian akhirnya, nilai yang tidak cocok dari iterables yang lebih panjang. Jika nilai-nilai itu penting, gunakan itertools.zip_longest() sebagai gantinya.

zip() bersama dengan operator * dapat digunakan untuk unzip sebuah list atau daftar:

>>> x = [1, 2, 3]
>>> y = [4, 5, 6]
>>> zipped = zip(x, y)
>>> list(zipped)
[(1, 4), (2, 5), (3, 6)]
>>> x2, y2 = zip(*zip(x, y))
>>> x == list(x2) and y == list(y2)
True
__import__(name, globals=None, locals=None, fromlist=(), level=0)

Catatan

Ini adalah fungsi lanjutan yang tidak diperlukan dalam pemrograman Python sehari-hari, tidak seperti importlib.import_module().

Fungsi ini dipanggil oleh pernyataan import. Itu dapat diganti (dengan mengimpor modul builtins dan mengisi ke builtins.__import__) untuk mengubah semantik pernyataan import, tetapi melakukannya strongly atau tidak disarankan karena biasanya lebih mudah menggunakan kait impor (lihat: pep:302) untuk mencapai tujuan yang sama dan tidak menyebabkan masalah dengan kode yang mengasumsikan implementasi impor standar sedang digunakan. Penggunaan langsung __import__() juga tidak disarankan untuk kepentingan importlib.import_module().

Fungsi ini mengimpor modul name, berpotensi menggunakan globals dan locals yang diberikan untuk menentukan cara menafsirkan nama dalam konteks paket. fromlist memberikan nama-nama objek atau submodul yang harus diimpor dari modul yang diberikan oleh name. Implementasi standar sama sekali tidak menggunakan argumen locals, dan hanya menggunakan globals untuk menentukan konteks paket dari pernyataan import.

level menentukan apakah akan menggunakan impor absolut atau relatif. 0 (bawaan) berarti hanya melakukan impor absolut. Nilai positif untuk level menunjukkan jumlah direktori induk untuk mencari relatif ke direktori pemanggilan modul __import__() (lihat PEP 328 untuk detailnya).

Ketika variabel name dalam bentuk package.module, biasanya, paket tingkat atas (nama hingga titik pertama) dikembalikan, not modul dinamai dengan name. Namun, ketika argumen tidak-kosong fromlist * diberikan, modul bernama oleh *name dikembalikan.

Sebagai contoh, pernyataan import spam menghasilkan bytecode yang menyerupai kode berikut:

spam = __import__('spam', globals(), locals(), [], 0)

Pernyataan import spam.ham menghasilkan panggilan ini:

spam = __import__('spam.ham', globals(), locals(), [], 0)

Perhatikan caranya __import__() mengembalikan modul tingkat atas di sini karena ini adalah objek yang terikat pada nama oleh pernyataan import.

Di sisi lain, pernyataan from spam.ham import eggs, sausage as saus menghasilkan

_temp = __import__('spam.ham', globals(), locals(), ['eggs', 'sausage'], 0)
eggs = _temp.eggs
saus = _temp.sausage

Di sini, modul spam.ham dikembalikan dari __import__(). Dari objek ini, nama yang akan diimpor diambil dan diisikan ke nama masing-masing.

Jika Anda hanya ingin mengimpor sebuah modul (berpotensi dalam suatu paket) dengan nama, gunakan importlib.import_module().

Berubah pada versi 3.3: Nilai negatif untuk level tidak lagi didukung (juga mengubah nilai default menjadi 0).

Catatan kaki

1

Perhatikan bahwa pengurai hanya menerima konvensi akhir garis end of line gaya Unix. Jika Anda membaca kode dari sebuah berkas, pastikan untuk menggunakan mode konversi baris baru untuk mengkonversi baris baru gaya Windows atau Mac.