2. Menggunakan Interpreter Python

2.1. Memanggil Interpreter

The Python interpreter is usually installed as /usr/local/bin/python3.6 on those machines where it is available; putting /usr/local/bin in your Unix shell's search path makes it possible to start it by typing the command:

python3.6

ke shell. 1 Karena pilihan direktori tempat interpreter berada adalah opsi instalasi, bisa jadi di tempat lain; tanyakan kepada guru Python Anda di sekitar atau administrator sistem. (Mis., /usr/local/python adalah lokasi alternatif yang populer.)

On Windows machines, the Python installation is usually placed in C:\Python36, though you can change this when you're running the installer. To add this directory to your path, you can type the following command into the command prompt in a DOS box:

set path=%path%;C:\python36

Mengetik karakter akhir file (Control-D pada Unix, :kbd:` Control-Z` pada Windows) pada prompt utama menyebabkan interpreter keluar dengan status keluar nol. Jika itu tidak berhasil, Anda dapat keluar dari interpreter dengan mengetikkan perintah berikut: quit().

The interpreter's line-editing features include interactive editing, history substitution and code completion on systems that support readline. Perhaps the quickest check to see whether command line editing is supported is typing Control-P to the first Python prompt you get. If it beeps, you have command line editing; see Appendix Pengeditan Input Interaktif dan Penggantian Riwayat for an introduction to the keys. If nothing appears to happen, or if ^P is echoed, command line editing isn't available; you'll only be able to use backspace to remove characters from the current line.

Interpreter beroperasi mirip seperti shell Unix: ketika dipanggil dengan masukan bawaan yang terhubung ke perangkat tty, ia membaca dan mengeksekusi perintah secara interaktif; ketika dipanggil dengan argumen nama berkas atau dengan berkas sebagai masukan bawaan, ia membaca dan mengeksekusi script dari berkas itu.

Cara kedua untuk memulai interpreter adalah python -c command [arg] ..., yang mengeksekusi pernyataan(-pernyataan) dalam command, dianalogikan dengan opsi shell -c. Karena pernyataan Python sering mengandung spasi atau karakter lain yang khusus untuk shell, biasanya disarankan untuk mengutip command secara keseluruhan dengan tanda kutip tunggal.

Beberapa modul Python juga berguna sebagai skrip. Ini dapat dipanggil menggunakan python -m module [arg] ..., yang mengeksekusi berkas sumber untuk module seolah-olah Anda telah menuliskan nama lengkapnya pada baris perintah.

Ketika berkas skrip digunakan, terkadang berguna untuk dapat menjalankan skrip dan masuk ke mode interaktif sesudahnya. Ini dapat dilakukan dengan menuliskan -i sebelum skrip.

Semua opsi baris perintah dijelaskan dalam Baris perintah dan lingkungan.

2.1.1. Melewatkan Argumen

Ketika diketahui oleh interpreter, nama skrip dan argumen tambahan sesudahnya diubah menjadi daftar string dan diberikan nilai ke variabel argv dalam modul sys. Anda dapat mengakses daftar ini dengan menjalankan import sys. Panjang daftar setidaknya satu; ketika tidak ada skrip dan tidak ada argumen yang diberikan, sys.argv[0] adalah string kosong. Ketika nama skrip diberikan sebagai '-' (artinya standar masukan), sys.argv[0] diatur ke '-'. Ketika command -c digunakan, sys.argv[0] diatur ke``'-c'. Ketika *module* :option:`-m` digunakan, ``sys.argv[0] diatur ke nama lengkap modul yang digunakan. Opsi ditemukan setelah command -c atau module -m tidak dikonsumsi oleh pemrosesan opsi interpreter Python tetapi ditinggalkan di sys.argv untuk perintah atau modul yang akan ditangani .

2.1.2. Mode Interaktif

Ketika perintah dibaca dari tty, interpreter dikatakan dalam interactive mode. Dalam mode ini interpreter meminta perintah berikutnya dengan primary prompt, biasanya tiga tanda lebih besar dari (>>>); untuk garis lanjutan, interpreter meminta dengan secondary prompt, secara bawaan tiga titik (...). Interpreter mencetak pesan selamat datang yang menyatakan nomor versinya dan pemberitahuan hak cipta sebelum mencetak prompt pertama:

$ python3.6
Python 3.6 (default, Sep 16 2015, 09:25:04)
[GCC 4.8.2] on linux
Type "help", "copyright", "credits" or "license" for more information.
>>>

Garis lanjutan diperlukan ketika memasuki konstruksi multi-garis. Sebagai contoh, lihat ini pernyataan if:

>>> the_world_is_flat = True
>>> if the_world_is_flat:
...     print("Be careful not to fall off!")
...
Be careful not to fall off!

Untuk lebih lanjut tentang mode interaktif, lihat Mode Interaktif.

2.2. Interpreter dan Lingkungannya

2.2.1. Encoding Penulisan Kode Sumber

Secara bawaan, berkas sumber Python diperlakukan sebagai tulisan encoded dalam UTF-8. Dalam pengkodean itu, sebagian besar karakter bahasa di dunia dapat digunakan secara bersamaan dalam string literal, pengidentifikasi dan komentar --- meskipun pustaka standar hanya menggunakan karakter ASCII untuk pengidentifikasi, sebuah konvensi yang harus diikuti oleh setiap kode portabel. Untuk menampilkan semua karakter ini dengan benar, editor Anda harus mengenali bahwa berkas tersebut adalah UTF-8, dan itu harus menggunakan font yang mendukung semua karakter dalam berkas.

Untuk mendeklarasikan penyandian encoding selain yang bawaan, baris komentar khusus harus ditambahkan sebagai baris first pada berkas. Sintaksnya adalah sebagai berikut

# -*- coding: encoding -*-

di mana encoding adalah salah satu yang valid codec yang didukung oleh Python.

Misalnya, untuk menyatakan bahwa pengkodean encoding Windows-1252 harus digunakan, baris pertama file kode sumber Anda harus:

# -*- coding: cp1252 -*-

Satu pengecualian untuk aturan baris pertama adalah ketika kode sumber dimulai dengan UNIX "shebang" line. Dalam hal ini, deklarasi penyandian encoding harus ditambahkan sebagai baris kedua pada berkas. Sebagai contoh:

#!/usr/bin/env python3
# -*- coding: cp1252 -*-

Catatan kaki

1

Pada Unix, interpreter Python 3.x secara default tidak diinstal sebagai aplikasi yang dapat dieksekusi dengan nama python, sehingga tidak bertentangan dengan aplikasi Python 2.x yang diinstal secara bersamaan.