3. Pengantar Informal Tentang Python
************************************

Dalam contoh berikut, masukan dan keluaran dibedakan dengan ada atau
tidaknya prompt (*>>>* dan *...*): untuk mengulangi contoh, Anda harus
mengetikkan semuanya setelah prompt, saat prompt muncul; baris yang
tidak dimulai dengan prompt adalah output dari interpreter. Perhatikan
bahwa baris yang hanya berisi prompt sekunder dalam contoh berarti
Anda harus mengetikkan baris kosong; ini digunakan untuk mengakhiri
perintah multi-baris.

Banyak contoh dalam manual ini, bahkan yang dimasukkan pada prompt
interaktif, termasuk komentar. Komentar dalam Python dimulai dengan
karakter hash, "#", dan diperluas hingga akhir garis fisik. Sebuah
komentar dapat muncul di awal baris atau mengikuti spasi atau kode,
tetapi tidak dalam string literal. Karakter hash dalam string literal
hanyalah karakter hash. Karena komentar adalah untuk mengklarifikasi
kode dan tidak ditafsirkan oleh Python, mereka dapat dihilangkan saat
mengetikkan contoh.

Beberapa contoh:

   # this is the first comment
   spam = 1  # and this is the second comment
             # ... and now a third!
   text = "# This is not a comment because it's inside quotes."


3.1. Menggunakan Python sebagai Kalkulator
==========================================

Mari kita coba beberapa perintah Python sederhana. Mulai interpreter
dan tunggu prompt utama, ">>>". (Seharusnya tidak butuh waktu lama.)


3.1.1. Angka
------------

The interpreter acts as a simple calculator: you can type an
expression at it and it will write the value.  Expression syntax is
straightforward: the operators "+", "-", "*" and "/" can be used to
perform arithmetic; parentheses ("()") can be used for grouping. For
example:

   >>> 2 + 2
   4
   >>> 50 - 5*6
   20
   >>> (50 - 5*6) / 4
   5.0
   >>> 8 / 5  # division always returns a floating-point number
   1.6

Bilangan bulat (mis. "2", "4", "20") memiliki tipe "int", yang
memiliki bagian pecahan (mis.``5.0``,``1.6``) memiliki tipe "float".
Kita akan melihat lebih banyak tentang tipe bilangan nanti dalam
tutorial.

Division ("/") always returns a float.  To do *floor division* and get
an integer result you can use the "//" operator; to calculate the
remainder you can use "%":

   >>> 17 / 3  # classic division returns a float
   5.666666666666667
   >>>
   >>> 17 // 3  # floor division discards the fractional part
   5
   >>> 17 % 3  # the % operator returns the remainder of the division
   2
   >>> 5 * 3 + 2  # floored quotient * divisor + remainder
   17

Dengan Python, dimungkinkan untuk menggunakan operator "**" untuk
menghitung pemangkatan [1]:

   >>> 5 ** 2  # 5 squared
   25
   >>> 2 ** 7  # 2 to the power of 7
   128

Tanda sama dengan ("=") digunakan untuk memberikan nilai ke variabel.
Setelah itu, tidak ada hasil yang ditampilkan sebelum prompt
interaktif berikutnya:

   >>> width = 20
   >>> height = 5 * 9
   >>> width * height
   900

Jika variabel tidak "didefinisikan" (diberi nilai), mencoba
menggunakannya akan menghasilkan kesalahan:

   >>> n  # try to access an undefined variable
   Traceback (most recent call last):
     File "<stdin>", line 1, in <module>
   NameError: name 'n' is not defined

Ada dukungan penuh untuk floating point; operator dengan operan tipe
campuran akan mengubah operan integer ke floating point:

   >>> 4 * 3.75 - 1
   14.0

Dalam mode interaktif, ekspresi cetak terakhir diberikan ke variabel
"_". Ini berarti bahwa ketika Anda menggunakan Python sebagai
kalkulator meja, agak lebih mudah untuk melanjutkan perhitungan,
misalnya:

   >>> tax = 12.5 / 100
   >>> price = 100.50
   >>> price * tax
   12.5625
   >>> price + _
   113.0625
   >>> round(_, 2)
   113.06

Variabel ini harus diperlakukan sebagai baca-saja oleh pengguna.
Jangan secara eksplisit memberikan nilai padanya --- Anda akan membuat
variabel lokal independen dengan nama yang sama menutupi variabel
bawaan dengan perilaku saktinya.

Selain "int" dan :class:` float`, Python mendukung tipe angka lainnya,
seperti "Decimal" dan "Fraction". Python juga memiliki dukungan bawaan
untuk complex numbers, dan menggunakan akhiran "j" atau "J" untuk
menunjukkan bagian imajiner (mis. "3+5j").


3.1.2. Text
-----------

Python can manipulate text (represented by type "str", so-called
"strings") as well as numbers.  This includes characters ""!"", words
""rabbit"", names ""Paris"", sentences ""Got your back."", etc. ""Yay!
:)"". They can be enclosed in single quotes ("'...'") or double quotes
(""..."") with the same result [2].

>>> 'spam eggs'  # single quotes
'spam eggs'
>>> "Paris rabbit got your back :)! Yay!"  # double quotes
'Paris rabbit got your back :)! Yay!'
>>> '1975'  # digits and numerals enclosed in quotes are also strings
'1975'

To quote a quote, we need to "escape" it, by preceding it with "\".
Alternatively, we can use the other type of quotation marks:

   >>> 'doesn\'t'  # use \' to escape the single quote...
   "doesn't"
   >>> "doesn't"  # ...or use double quotes instead
   "doesn't"
   >>> '"Yes," they said.'
   '"Yes," they said.'
   >>> "\"Yes,\" they said."
   '"Yes," they said.'
   >>> '"Isn\'t," they said.'
   '"Isn\'t," they said.'

In the Python shell, the string definition and output string can look
different.  The "print()" function produces a more readable output, by
omitting the enclosing quotes and by printing escaped and special
characters:

   >>> s = 'First line.\nSecond line.'  # \n means newline
   >>> s  # without print(), special characters are included in the string
   'First line.\nSecond line.'
   >>> print(s)  # with print(), special characters are interpreted, so \n produces new line
   First line.
   Second line.

Jika Anda tidak ingin karakter yang diawali dengan "\" ditafsirkan
sebagai karakter khusus, Anda dapat menggunakan *raw strings* dengan
menambahkan "r" sebelum kutipan pertama:

   >>> print('C:\some\name')  # here \n means newline!
   C:\some
   ame
   >>> print(r'C:\some\name')  # note the r before the quote
   C:\some\name

There is one subtle aspect to raw strings: a raw string may not end in
an odd number of "\" characters; see the FAQ entry for more
information and workarounds.

String literals can span multiple lines.  One way is using triple-
quotes: """"..."""" or "'''...'''".  End-of-line characters are
automatically included in the string, but it's possible to prevent
this by adding a "\" at the end of the line.  In the following
example, the initial newline is not included:

   >>> print("""\
   ... Usage: thingy [OPTIONS]
   ...      -h                        Display this usage message
   ...      -H hostname               Hostname to connect to
   ... """)
   Usage: thingy [OPTIONS]
        -h                        Display this usage message
        -H hostname               Hostname to connect to

   >>>

String dapat digabungkan (direkatkan) dengan operator "+", dan
diulangi dengan "*":

   >>> # 3 times 'un', followed by 'ium'
   >>> 3 * 'un' + 'ium'
   'unununium'

Dua atau lebih *string literals* (yaitu yang terlampir di antara tanda
kutip) di sebelah satu sama lain secara otomatis digabungkan.

   >>> 'Py' 'thon'
   'Python'

Fitur ini sangat berguna ketika Anda ingin memecah string panjang:

   >>> text = ('Put several strings within parentheses '
   ...         'to have them joined together.')
   >>> text
   'Put several strings within parentheses to have them joined together.'

Ini hanya bekerja dengan dua literal, tidak dengan variabel atau
ekspresi:

   >>> prefix = 'Py'
   >>> prefix 'thon'  # can't concatenate a variable and a string literal
     File "<stdin>", line 1
       prefix 'thon'
              ^^^^^^
   SyntaxError: invalid syntax
   >>> ('un' * 3) 'ium'
     File "<stdin>", line 1
       ('un' * 3) 'ium'
                  ^^^^^
   SyntaxError: invalid syntax

Jika Anda ingin menggabungkan variabel atau variabel dan literal,
gunakan "+":

   >>> prefix + 'thon'
   'Python'

String dapat diindeks atau *indexed* (disandikan), dengan karakter
pertama memiliki indeks 0. Tidak ada tipe karakter yang terpisah;
sebuah karakter hanyalah sebuah string berukuran satu:

   >>> word = 'Python'
   >>> word[0]  # character in position 0
   'P'
   >>> word[5]  # character in position 5
   'n'

Indeks juga bisa berupa angka negatif, untuk mulai menghitung dari
kanan:

   >>> word[-1]  # last character
   'n'
   >>> word[-2]  # second-last character
   'o'
   >>> word[-6]
   'P'

Perhatikan bahwa karena -0 sama dengan 0, indeks negatif mulai dari
-1.

In addition to indexing, *slicing* is also supported.  While indexing
is used to obtain individual characters, *slicing* allows you to
obtain a substring:

   >>> word[0:2]  # characters from position 0 (included) to 2 (excluded)
   'Py'
   >>> word[2:5]  # characters from position 2 (included) to 5 (excluded)
   'tho'

Indeks irisan memiliki nilai bawaan yang berguna; indeks pertama yang
hilang akan digantikan ke nilai nol, indeks kedua yang hilang akan
digantikan ke nilai ukuran atau panjang string yang diiris.

   >>> word[:2]   # character from the beginning to position 2 (excluded)
   'Py'
   >>> word[4:]   # characters from position 4 (included) to the end
   'on'
   >>> word[-2:]  # characters from the second-last (included) to the end
   'on'

Perhatikan bagaimana awal selalu disertakan, dan akhirnya selalu
dikecualikan. Ini memastikan bahwa "s[:i] + s[i:]" selalu sama dengan
"s":

   >>> word[:2] + word[2:]
   'Python'
   >>> word[:4] + word[4:]
   'Python'

Salah satu cara untuk mengingat bagaimana irisan bekerja adalah dengan
menganggap indeks sebagai menunjuk *between* karakter, dengan tepi
kiri karakter pertama bernomor 0. Kemudian tepi kanan karakter
terakhir dari string *n* karakter memiliki indeks *n*, misalnya:

    +---+---+---+---+---+---+
    | P | y | t | h | o | n |
    +---+---+---+---+---+---+
    0   1   2   3   4   5   6
   -6  -5  -4  -3  -2  -1

Baris pertama angka memberikan posisi indeks 0...6 dalam string; baris
kedua memberikan indeks negatif yang sesuai. Irisan dari *i* ke *j*
terdiri dari semua karakter di antara kedua sisi yang berlabel *i* dan
*j*.

Untuk indeks non-negatif, panjang irisan adalah selisih indeks, jika
keduanya berada dalam batas. Misalnya, panjang "word[1:3]" adalah 2.

Mencoba menggunakan indeks yang terlalu besar akan menghasilkan
kesalahan:

   >>> word[42]  # the word only has 6 characters
   Traceback (most recent call last):
     File "<stdin>", line 1, in <module>
   IndexError: string index out of range

Namun, indeks irisan di luar jangkauan ditangani dengan anggun ketika
digunakan untuk mengiris:

   >>> word[4:42]
   'on'
   >>> word[42:]
   ''

String python tidak dapat diubah --- mereka adalah *immutable*. Oleh
karena itu, menetapkan ke suatu indeks posisi dalam string
menghasilkan kesalahan:

   >>> word[0] = 'J'
   Traceback (most recent call last):
     File "<stdin>", line 1, in <module>
   TypeError: 'str' object does not support item assignment
   >>> word[2:] = 'py'
   Traceback (most recent call last):
     File "<stdin>", line 1, in <module>
   TypeError: 'str' object does not support item assignment

Jika Anda membutuhkan string yang berbeda, Anda harus membuat yang
baru:

   >>> 'J' + word[1:]
   'Jython'
   >>> word[:2] + 'py'
   'Pypy'

Fungsi bawaan "len()" mengembalikan panjang string:

   >>> s = 'supercalifragilisticexpialidocious'
   >>> len(s)
   34

Lihat juga:

  Text Sequence Type --- str
     String adalah contoh *sequence types* atau jenis urutan, dan
     mendukung operasi umum yang didukung oleh jenis tersebut.

  String Methods
     String mendukung sejumlah besar metode untuk transformasi dasar
     dan pencarian.

  f-strings
     String literal yang memiliki ekspresi yang tersemat.

  Format String Syntax
     Informasi tentang pemformatan string dengan "str.format()".

  printf-style String Formatting
     Operasi pemformatan lama dipanggil ketika string adalah operan
     kiri dari operator "%" dijelaskan secara lebih rinci di sini.


3.1.3. List
-----------

Python mengetahui sejumlah tipe data *compound* atau gabungan, yang
digunakan untuk mengelompokkan nilai-nilai lainnya. Yang paling
serbaguna adalah *list*, yang dapat ditulis sebagai daftar nilai yang
dipisahkan koma (*items*) antara tanda kurung siku. *List* atau daftar
mungkin berisi *items* dari tipe yang berbeda, tetapi biasanya semua
*items* memiliki tipe yang sama.

   >>> squares = [1, 4, 9, 16, 25]
   >>> squares
   [1, 4, 9, 16, 25]

Seperti string (dan semua bawaan lainnya tipe *sequence*), list atau
daftar tersebut dapat diindeks dan diiris:

   >>> squares[0]  # indexing returns the item
   1
   >>> squares[-1]
   25
   >>> squares[-3:]  # slicing returns a new list
   [9, 16, 25]

List atau daftar juga mendukung operasi seperti perangkaian:

   >>> squares + [36, 49, 64, 81, 100]
   [1, 4, 9, 16, 25, 36, 49, 64, 81, 100]

Tidak seperti string, yang *immutable*, list adalah *mutable*, mis.
dimungkinkan untuk mengubah kontennya:

   >>> cubes = [1, 8, 27, 65, 125]  # something's wrong here
   >>> 4 ** 3  # the cube of 4 is 64, not 65!
   64
   >>> cubes[3] = 64  # replace the wrong value
   >>> cubes
   [1, 8, 27, 64, 125]

You can also add new items at the end of the list, by using the
"list.append()" *method* (we will see more about methods later):

   >>> cubes.append(216)  # add the cube of 6
   >>> cubes.append(7 ** 3)  # and the cube of 7
   >>> cubes
   [1, 8, 27, 64, 125, 216, 343]

Simple assignment in Python never copies data. When you assign a list
to a variable, the variable refers to the *existing list*. Any changes
you make to the list through one variable will be seen through all
other variables that refer to it.:

   >>> rgb = ["Red", "Green", "Blue"]
   >>> rgba = rgb
   >>> id(rgb) == id(rgba)  # they reference the same object
   True
   >>> rgba.append("Alph")
   >>> rgb
   ["Red", "Green", "Blue", "Alph"]

Semua operasi iris mengembalikan list atau daftar baru yang berisi
elemen yang diminta. Ini berarti bahwa irisan berikut mengembalikan
shallow copy dari list:

   >>> correct_rgba = rgba[:]
   >>> correct_rgba[-1] = "Alpha"
   >>> correct_rgba
   ["Red", "Green", "Blue", "Alpha"]
   >>> rgba
   ["Red", "Green", "Blue", "Alph"]

Pemberian nilai untuk irisan juga dimungkinkan, dan ini bahkan dapat
mengubah ukuran list atau menghapus seluruhnya:

   >>> letters = ['a', 'b', 'c', 'd', 'e', 'f', 'g']
   >>> letters
   ['a', 'b', 'c', 'd', 'e', 'f', 'g']
   >>> # replace some values
   >>> letters[2:5] = ['C', 'D', 'E']
   >>> letters
   ['a', 'b', 'C', 'D', 'E', 'f', 'g']
   >>> # now remove them
   >>> letters[2:5] = []
   >>> letters
   ['a', 'b', 'f', 'g']
   >>> # clear the list by replacing all the elements with an empty list
   >>> letters[:] = []
   >>> letters
   []

Fungsi bawaan "len()" juga berlaku untuk list:

   >>> letters = ['a', 'b', 'c', 'd']
   >>> len(letters)
   4

Dimungkinkan untuk membuat list atau daftar bersarang (membuat daftar
yang berisi daftar lain), misalnya:

   >>> a = ['a', 'b', 'c']
   >>> n = [1, 2, 3]
   >>> x = [a, n]
   >>> x
   [['a', 'b', 'c'], [1, 2, 3]]
   >>> x[0]
   ['a', 'b', 'c']
   >>> x[0][1]
   'b'


3.2. Langkah Awal Menuju Pemrograman
====================================

Of course, we can use Python for more complicated tasks than adding
two and two together.  For instance, we can write an initial sub-
sequence of the Fibonacci series as follows:

   >>> # Fibonacci series:
   >>> # the sum of two elements defines the next
   >>> a, b = 0, 1
   >>> while a < 10:
   ...     print(a)
   ...     a, b = b, a+b
   ...
   0
   1
   1
   2
   3
   5
   8

Contoh ini memperkenalkan beberapa fitur baru.

* Baris pertama berisi *multiple assignment*: variabel "a" dan "b"
  secara bersamaan mendapatkan nilai-nilai baru 0 dan 1. Pada baris
  terakhir ini digunakan lagi, menunjukkan bahwa ekspresi di sisi
  sebelah kanan, semua dievaluasi terlebih dahulu sebelum salah satu
  pemberian nilai berlangsung. Ekspresi sisi kanan dievaluasi dari
  kiri ke kanan.

* Perulangan "while" dieksekusi selama kondisi (di sini: "a < 10")
  masih benar. Dalam Python, seperti dalam C, nilai integer bukan nol
  bernilai benar; nol itu bernilai salah. Kondisi ini juga bisa berupa
  nilai string atau daftar, sebenarnya urutan apa pun; apapun dengan
  panjang yang tidak nol bernilai benar, urutan kosong bernilai salah.
  Tes yang digunakan dalam contoh adalah perbandingan sederhana.
  Operator perbandingan standar ditulis sama seperti dalam C: "<"
  (kurang dari), ">" (lebih besar dari), "==" (sama dengan), "<=" (
  kurang dari atau sama dengan), ">=" (lebih besar atau sama dengan)
  dan "!=" (tidak sama dengan).

* *body* dari pengulangan adalah *indentasi*: indentasi adalah cara
  Python untuk pengelompokan pernyataan. Pada prompt interaktif, Anda
  harus mengetikkan tab atau spasi(-spasi) untuk setiap baris yang
  diberikan indentasi. Dalam praktiknya Anda akan menyiapkan masukan
  yang lebih rumit untuk Python dengan editor teks; semua editor teks
  yang baik memiliki fasilitas indentasi otomatis. Ketika pernyataan
  majemuk dimasukkan secara interaktif, harus diikuti oleh baris
  kosong untuk menunjukkan penyelesaian (karena pengurai tidak dapat
  menebak kapan Anda mengetik baris terakhir). Perhatikan bahwa setiap
  baris dalam blok dasar harus diindentasi dengan jumlah yang sama.

* The "print()" function writes the value of the argument(s) it is
  given. It differs from just writing the expression you want to write
  (as we did earlier in the calculator examples) in the way it handles
  multiple arguments, floating-point quantities, and strings.  Strings
  are printed without quotes, and a space is inserted between items,
  so you can format things nicely, like this:

     >>> i = 256*256
     >>> print('The value of i is', i)
     The value of i is 65536

  Argumen kata kunci *end* dapat digunakan untuk menghindari baris
  baru setelah keluaran, atau mengakhiri keluaran dengan string yang
  berbeda:

     >>> a, b = 0, 1
     >>> while a < 1000:
     ...     print(a, end=',')
     ...     a, b = b, a+b
     ...
     0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144,233,377,610,987,

-[ Catatan kaki ]-

[1] Karena "**" memiliki prioritas lebih tinggi dari "-", "-3**2" akan
    ditafsirkan sebagai "-(3**2)" dan karenanya menghasilkan "-9".
    Untuk menghindari ini dan mendapatkan "9", Anda dapat menggunakan
    "(-3)**2".

[2] Tidak seperti bahasa lain, karakter khusus seperti "\n" memiliki
    arti yang sama dengan kedua tanda kutip tunggal ("'...'") dan
    ganda (""...""). Satu-satunya perbedaan antara keduanya adalah
    bahwa dalam tanda kutip tunggal Anda tidak perlu memisahkan """
    (tetapi Anda harus memisahkan "\'") dan sebaliknya.
