2. Menggunakan Interpreter Python
*********************************


2.1. Memanggil Interpreter
==========================

The Python interpreter is usually installed as
"/usr/local/bin/python3.12" on those machines where it is available;
putting "/usr/local/bin" in your Unix shell's search path makes it
possible to start it by typing the command:

   python3.12

ke shell. [1] Karena pilihan direktori tempat interpreter berada
adalah opsi instalasi, bisa jadi di tempat lain; tanyakan kepada guru
Python Anda di sekitar atau administrator sistem. (Mis.,
"/usr/local/python" adalah lokasi alternatif yang populer.)

On Windows machines where you have installed Python from the Microsoft
Store, the "python3.12" command will be available. If you have the
py.exe launcher installed, you can use the "py" command. See Excursus:
Setting environment variables for other ways to launch Python.

Mengetik karakter akhir file ("Control"-"D" pada Unix, :kbd:`
Control-Z` pada Windows) pada prompt utama menyebabkan interpreter
keluar dengan status keluar nol. Jika itu tidak berhasil, Anda dapat
keluar dari interpreter dengan mengetikkan perintah berikut: "quit()".

Fitur pengeditan garis interpreter termasuk pengeditan interaktif,
penggantian riwayat dan penyelesaian kode pada sistem yang mendukung
pustaka GNU Readline. Mungkin pemeriksaan tercepat untuk melihat
apakah pengeditan baris perintah didukung dengan mengetik
"Control"-"P" ke prompt Python pertama yang Anda dapatkan. Jika
berbunyi bip, Anda memiliki pengeditan baris perintah; lihat Lampiran
Pengeditan Input Interaktif dan Penggantian Riwayat untuk pengantar
tombol. Jika tampaknya tidak ada yang terjadi, atau jika muncul "^P",
pengeditan baris perintah tidak tersedia; Anda hanya akan dapat
menggunakan backspace untuk menghapus karakter dari baris saat ini.

Interpreter beroperasi mirip seperti shell Unix: ketika dipanggil
dengan masukan bawaan yang terhubung ke perangkat tty, ia membaca dan
mengeksekusi perintah secara interaktif; ketika dipanggil dengan
argumen nama berkas atau dengan berkas sebagai masukan bawaan, ia
membaca dan mengeksekusi *script* dari berkas itu.

A second way of starting the interpreter is "python -c command [arg]
...", which executes the statement(s) in *command*, analogous to the
shell's "-c" option.  Since Python statements often contain spaces or
other characters that are special to the shell, it is usually advised
to quote *command* in its entirety.

Beberapa modul Python juga berguna sebagai skrip. Ini dapat dipanggil
menggunakan "python -m module [arg] ...", yang mengeksekusi berkas
sumber untuk *module* seolah-olah Anda telah menuliskan nama
lengkapnya pada baris perintah.

Ketika berkas skrip digunakan, terkadang berguna untuk dapat
menjalankan skrip dan masuk ke mode interaktif sesudahnya. Ini dapat
dilakukan dengan menuliskan "-i" sebelum skrip.

Semua opsi baris perintah dijelaskan dalam Baris perintah dan
lingkungan.


2.1.1. Melewatkan Argumen
-------------------------

Ketika diketahui oleh interpreter, nama skrip dan argumen tambahan
sesudahnya diubah menjadi daftar string dan diberikan nilai ke
variabel "argv" dalam modul "sys". Anda dapat mengakses daftar ini
dengan menjalankan "import sys". Panjang daftar setidaknya satu;
ketika tidak ada skrip dan tidak ada argumen yang diberikan,
"sys.argv[0]" adalah string kosong. Ketika nama skrip diberikan
sebagai "'-'" (artinya standar masukan), "sys.argv[0]" diatur ke
"'-'". Ketika *command* "-c" digunakan, "sys.argv[0]" diatur
ke``'-c'". Ketika *module* :option:`-m` digunakan, ``sys.argv[0]"
diatur ke nama lengkap modul yang digunakan. Opsi ditemukan setelah
*command* "-c" atau *module* "-m" tidak dikonsumsi oleh pemrosesan
opsi interpreter Python tetapi ditinggalkan di "sys.argv" untuk
perintah atau modul yang akan ditangani .


2.1.2. Mode Interaktif
----------------------

Ketika perintah dibaca dari tty, interpreter dikatakan dalam
*interactive mode*. Dalam mode ini interpreter meminta perintah
berikutnya dengan *primary prompt*, biasanya tiga tanda lebih besar
dari (">>>"); untuk garis lanjutan, interpreter meminta dengan
*secondary prompt*, secara bawaan tiga titik ("..."). Interpreter
mencetak pesan selamat datang yang menyatakan nomor versinya dan
pemberitahuan hak cipta sebelum mencetak prompt pertama:

   $ python3.12
   Python 3.12 (default, April 4 2022, 09:25:04)
   [GCC 10.2.0] on linux
   Type "help", "copyright", "credits" or "license" for more information.
   >>>

Garis lanjutan diperlukan ketika memasuki konstruksi multi-garis.
Sebagai contoh, lihat ini pernyataan "if":

   >>> the_world_is_flat = True
   >>> if the_world_is_flat:
   ...     print("Be careful not to fall off!")
   ...
   Be careful not to fall off!

Untuk lebih lanjut tentang mode interaktif, lihat Mode Interaktif.


2.2. Interpreter dan Lingkungannya
==================================


2.2.1. *Encoding* Penulisan Kode Sumber
---------------------------------------

Secara bawaan, berkas sumber Python diperlakukan sebagai tulisan
*encoded* dalam UTF-8. Dalam pengkodean itu, sebagian besar karakter
bahasa di dunia dapat digunakan secara bersamaan dalam string literal,
pengidentifikasi dan komentar --- meskipun pustaka standar hanya
menggunakan karakter ASCII untuk pengidentifikasi, sebuah konvensi
yang harus diikuti oleh setiap kode portabel. Untuk menampilkan semua
karakter ini dengan benar, editor Anda harus mengenali bahwa berkas
tersebut adalah UTF-8, dan itu harus menggunakan font yang mendukung
semua karakter dalam berkas.

Untuk mendeklarasikan penyandian *encoding* selain yang bawaan, baris
komentar khusus harus ditambahkan sebagai baris *first* pada berkas.
Sintaksnya adalah sebagai berikut

   # -*- coding: encoding -*-

di mana *encoding* adalah salah satu yang valid "codec" yang didukung
oleh Python.

Misalnya, untuk menyatakan bahwa pengkodean *encoding* Windows-1252
harus digunakan, baris pertama file kode sumber Anda harus:

   # -*- coding: cp1252 -*-

Satu pengecualian untuk aturan *baris pertama* adalah ketika kode
sumber dimulai dengan UNIX "shebang" line. Dalam hal ini, deklarasi
penyandian *encoding* harus ditambahkan sebagai baris kedua pada
berkas. Sebagai contoh:

   #!/usr/bin/env python3
   # -*- coding: cp1252 -*-

-[ Catatan kaki ]-

[1] Pada Unix, interpreter Python 3.x secara default tidak diinstal
    sebagai aplikasi yang dapat dieksekusi dengan nama "python",
    sehingga tidak bertentangan dengan aplikasi Python 2.x yang
    diinstal secara bersamaan.
