2. Menggunakan Interpreter Python
*********************************


2.1. Memanggil Interpreter
==========================

The Python interpreter is usually installed as "/usr/local/bin/python"
on those machines where it is available; putting "/usr/local/bin" in
your Unix shell's search path makes it possible to start it by typing
the command

   python

to the shell.  Since the choice of the directory where the interpreter
lives is an installation option, other places are possible; check with
your local Python guru or system administrator.  (E.g.,
"/usr/local/python" is a popular alternative location.)

On Windows machines, the Python installation is usually placed in
"C:\Python27", though you can change this when you're running the
installer.  To add this directory to your path,  you can type the
following command into the command prompt in a DOS box:

   set path=%path%;C:\python27

Mengetik karakter akhir file ("Control-D" pada Unix, :kbd:` Control-Z`
pada Windows) pada prompt utama menyebabkan interpreter keluar dengan
status keluar nol. Jika itu tidak berhasil, Anda dapat keluar dari
interpreter dengan mengetikkan perintah berikut: "quit()".

The interpreter's line-editing features usually aren't very
sophisticated.  On Unix, whoever installed the interpreter may have
enabled support for the GNU readline library, which adds more
elaborate interactive editing and history features. Perhaps the
quickest check to see whether command line editing is supported is
typing "Control-P" to the first Python prompt you get.  If it beeps,
you have command line editing; see Appendix Pengeditan Input
Interaktif dan Penggantian Riwayat for an introduction to the keys.
If nothing appears to happen, or if "^P" is echoed, command line
editing isn't available; you'll only be able to use backspace to
remove characters from the current line.

Interpreter beroperasi mirip seperti shell Unix: ketika dipanggil
dengan masukan bawaan yang terhubung ke perangkat tty, ia membaca dan
mengeksekusi perintah secara interaktif; ketika dipanggil dengan
argumen nama berkas atau dengan berkas sebagai masukan bawaan, ia
membaca dan mengeksekusi *script* dari berkas itu.

Cara kedua untuk memulai interpreter adalah "python -c command [arg]
...", yang mengeksekusi pernyataan(-pernyataan) dalam *command*,
dianalogikan dengan opsi shell "-c". Karena pernyataan Python sering
mengandung spasi atau karakter lain yang khusus untuk shell, biasanya
disarankan untuk mengutip *command* secara keseluruhan dengan tanda
kutip tunggal.

Beberapa modul Python juga berguna sebagai skrip. Ini dapat dipanggil
menggunakan "python -m module [arg] ...", yang mengeksekusi berkas
sumber untuk *module* seolah-olah Anda telah menuliskan nama
lengkapnya pada baris perintah.

Ketika berkas skrip digunakan, terkadang berguna untuk dapat
menjalankan skrip dan masuk ke mode interaktif sesudahnya. Ini dapat
dilakukan dengan menuliskan "-i" sebelum skrip.

All command-line options are described in Baris perintah dan
lingkungan.


2.1.1. Melewatkan Argumen
-------------------------

Ketika diketahui oleh interpreter, nama skrip dan argumen tambahan
sesudahnya diubah menjadi daftar string dan diberikan nilai ke
variabel "argv" dalam modul "sys". Anda dapat mengakses daftar ini
dengan menjalankan "import sys". Panjang daftar setidaknya satu;
ketika tidak ada skrip dan tidak ada argumen yang diberikan,
"sys.argv[0]" adalah string kosong. Ketika nama skrip diberikan
sebagai "'-'" (artinya standar masukan), "sys.argv[0]" diatur ke
"'-'". Ketika *command* "-c" digunakan, "sys.argv[0]" diatur
ke``'-c'". Ketika *module* :option:`-m` digunakan, ``sys.argv[0]"
diatur ke nama lengkap modul yang digunakan. Opsi ditemukan setelah
*command* "-c" atau *module* "-m" tidak dikonsumsi oleh pemrosesan
opsi interpreter Python tetapi ditinggalkan di "sys.argv" untuk
perintah atau modul yang akan ditangani .


2.1.2. Mode Interaktif
----------------------

Ketika perintah dibaca dari tty, interpreter dikatakan dalam
*interactive mode*. Dalam mode ini interpreter meminta perintah
berikutnya dengan *primary prompt*, biasanya tiga tanda lebih besar
dari (">>>"); untuk garis lanjutan, interpreter meminta dengan
*secondary prompt*, secara bawaan tiga titik ("..."). Interpreter
mencetak pesan selamat datang yang menyatakan nomor versinya dan
pemberitahuan hak cipta sebelum mencetak prompt pertama:

   python
   Python 2.7 (#1, Feb 28 2010, 00:02:06)
   Type "help", "copyright", "credits" or "license" for more information.
   >>>

Garis lanjutan diperlukan ketika memasuki konstruksi multi-garis.
Sebagai contoh, lihat ini pernyataan "if":

   >>> the_world_is_flat = 1
   >>> if the_world_is_flat:
   ...     print "Be careful not to fall off!"
   ...
   Be careful not to fall off!

Untuk lebih lanjut tentang mode interaktif, lihat Mode Interaktif.


2.2. Interpreter dan Lingkungannya
==================================


2.2.1. *Encoding* Penulisan Kode Sumber
---------------------------------------

By default, Python source files are treated as encoded in ASCII. To
declare an encoding other than the default one, a special comment line
should be added as the *first* line of the file.  The syntax is as
follows:

   # -*- coding: encoding -*-

di mana *encoding* adalah salah satu yang valid "codec" yang didukung
oleh Python.

Misalnya, untuk menyatakan bahwa pengkodean *encoding* Windows-1252
harus digunakan, baris pertama file kode sumber Anda harus:

   # -*- coding: cp1252 -*-

Satu pengecualian untuk aturan *baris pertama* adalah ketika kode
sumber dimulai dengan UNIX "shebang" line. Dalam hal ini, deklarasi
penyandian *encoding* harus ditambahkan sebagai baris kedua pada
berkas. Sebagai contoh:

   #!/usr/bin/env python
   # -*- coding: cp1252 -*-
